IKLAN

Online Based Media Learning SMK Darul Ma'wa Plumpang

Konfigurasi Mikrotik Menggunakan Virtual Box

Langkah-Langkah konfigurasi Mikrotik :

Sistem Keamanan Jaringan Komputer

Keamanan jaringan adalah suatu cara atau suatu system yang digunakan untuk memberikan proteksi atau perlindungan pada suatu jaringan agar terhindar dari berbagai ancaman luar yang mampu merusak jaringan.

Setting VPN Menggunakan Paket Tracer

VPN adalah singkatan dari “Virtual Private Network”, merupakan suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lain secara pribadi melalui jaringan Internet (publik).

Softswitch

Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap;(PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini..

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone Menggunakan 2 Router..

Tampilkan postingan dengan label Media Jaringan Telekomunikasi dan K3LH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Media Jaringan Telekomunikasi dan K3LH. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Agustus 2026

Konfigurasi 3G/4G Service di Cisco Packet Tracer

Apa itu Cell Tower ?

Cell tower adalah sebuah perangkat yang terdapat pada aplikasi Cisco Packet Tracer kelompok Wireless Device. Cell tower secara real di lapangan adalah sebuah perangkat yang terpasang pada Tower yang memiliki port Coaxial untuk dapat dihubungkan ke perangkat Router maupun Server.

Fungsi dari Cell Tower

Fungsi dari Cell tower adalah untuk memancarkan sinyal 3G/4G yang akan diterima oleh perangkat lain dengan media udara (wireless), yang kemudian membawa beberapa layanan dari server yang terhubung dengannya seperti contoh layanan Internet, DHCP, Web Server dll.

Konfigurasi Cell Tower dengan Router dan DHCP Server

Di bawah ini adalah topologi yang saya buat secara sederhana yang terdiri dari Cell Tower, Central Officer Server, Router seri 2811, PC, Tablet dan Smartphone.

topologi cell tower dengan server dan router

 Berikut adalah tabel penjelasan konfigurasi IP dari topologi di atas.



tabel perencanaan IP addres
Tabel perencanaan IP address

Untuk menghubungkan antar perangkat diantaranya :
  1. PC ke Router menggunakan kabel jenis Cross-over
  2. Router ke Central Office Server (COS) menggunakan kabel jenis Cross-over
  3. Central Office Server ke Cell Tower menggunakan jenis kabel Coaxial.

Konfigurasi Router

Mari kita lakukan konfigurasi Router untuk memberikan IP address.
Silahkan klik Router kemudian pilih Tab CLI, ketikan perintah berikut :

Router>en
Router#conf  t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 192.168.2.2 255.255.255.252
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#int fa0/1
Router(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.252
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ex
Router(config)#ip route 192.168.1.0 255.255.255.252 192.168.1.2
Router(config)#ip route 192.168.2.0 255.255.255.252 192.168.2.1
Router#

Konfigurasi Central Office Server

Berikan IP address untuk Backbone port coaxial yang menuju Cell Tower

konfigurasi ip backbone
Konfigurasi ip backbone


Berikan IP address untuk Cell Tower port fa0/0 yang menuju ke Router

konfigurasi ip cell tower
Konfigurasi ip cell tower

Konfigurasi IP Backbone
Konfigurasi IP Backbone

Kemudian ubah nama Provider pada Tab Setting
setting nama provider
Setting nama provider

Konfigurasi Cell Tower

Untuk konfigurasi di Cell Tower lakukan perubahan nama provider, isi dengan nama provider yang sobat inginkan.

setting nama provider di cell tower
Setting nama provider di cell tower

Konfigurasi PC, Smartphone dan Tablet

Pengaturan PC

Untuk PC silahkan untuk memberikan IP address secara statis dengan IP yang terdapat pada tabel di atas. (berikut gambar pengisian)

konfigurasi IP pada PC
Konfigurasi IP pada PC


Pengaturan di Smartphone

Klik pada Menu 3G/4G Server, kemudian isi nama provider yang sama dengan yang di Center Office Server. Kemudian klik menu DHCP Refresh, bila di lihat dari gambar yang terceklis di bawah ini, IP yang didapatkan adalah 192.168.3.100 (artinya ini sudah sama network-nya dengan IP dari Center Office Server).

menghubungkan smarphone dengan cell tower
Menghubungkan smarphone dengan cell tower

Pengaturan di Tablet

Klik pada menu 3G/4G Server, kemudian isi nama provider, lanjutkan dengan megklik tombol DHCP Refresh, bila dilihat pada gambar di bawah IP yang didapatkan adalah 192.168.3.101

menghubungkan tablet dengan cell tower
Menghubungkan tablet dengan cell tower


Silahkan untuk melakukan pengecekan dengan perintah ping dari Smartphone atau Tabel ke beberapa IP perangkat lain, bila sudah repply maka sobat sudah berhasil melakukan konfigurasi. 

Sabtu, 01 Agustus 2026

Rabu, 04 Februari 2026

Prinsip Dasar TCP/IP dan Alamat IP

A. Prinsip Dasar TCP/IP 

  1. Transmission Control Protocol (TCP) Dalam jaringan komputer dan telekomunikasi, TCP/IP merupakan protokol utama yang mendukung koneksi antarperangkat akhir pengguna. TCP/IP sendiri terdiri atas dua bagian dengan fungsi yang berbeda. TCP berfungsi untuk mengatur bagaimana paket data dikirim dan diterima. Adapun IP berfungsi untuk mengatur pengalamatan paket data yang akan dikirimkan.
  2. Encapsulation dan Decapsulation Prinsip kerja jaringan komputer dan telekomunikasi sebenarnya mengikuti prinsip-prinsip di dunia nyata. Untuk mempermudah dalam memahami cara kerja TCP.
  3. TCP Sequence Number Pada pengiriman paket dalam jaringan komputer menggunakan protokol TCP/IP, tidak langsung semua dikirim dan diterima, tetapi ada pemecahan paket menjadi bagian-bagian lebih kecil untuk dikirim, kemudian disusun kembali menjadi paket utuh. 
  4. TCP Three Way Handshake Komunikasi antara perangkat komputer sumber dan perangkat komputer tujuan adalah dengan melakukan tiga langkah jabat tangan (three way handshake) sebagai salam perkenalan. 
  5. Model TCP/IP dan Model OSI Implementasi pengiriman paket data dari perangkat/komputer sumber ke perangkat tujuan, berjalan berdasarkan lapisan (layer) dalam protokol TCP/IP. Layer atau lapisan TCP/IP, dapat dibandingkan dengan sebuah model protokol bernama OSI (Open Sistem Interconnection), yang digunakan sebagai sampel model untuk dipelajari.

B. Internet Protocol (IP)
Internet Protocol menempati lapisan model TCP/IP terbaru pada lapisan ketiga, yaitu Network, yang berfungsi menyediakan informasi alamat IP sumber, alamat IP tujuan, dan routing protokol. Setiap perangkat akhir pengguna pasti memiliki alamat yang disebut alamat IP (IP address) dan setiap paket yang dikirim akan diperiksa alamat IP tujuannya. Jika berada di luar jaringan, routing jaringannya akan diperiksa. Dengan demikian, jika seseorang berpikir tentang alamat IP, hal itu adalah bagian dari protokol TCP/IP pada lapisan ketiga. 

Pada materi tentang TCP, terdapat bahasan tentang header, IP pun
memiliki header.
a. IP Header
IP header memiliki ukuran 32 bit atau 4 byte.
Sebuah IP header dapat digambarkan sebagai berikut.

Version : Bagian ini berisi informasi dari IP yang digunakan. Versi ini menggunakan IPv4 atau IPv6 dengan kapasitas sebesar 4 bit. Contoh: 0100
Header Length : Bagian ini berisi informasi panjang header IPv4 dalam 32 bit. Nilai minimum panjang header adalah 5 sampai dengan 20 bit.
Type of Services : Bagian ini adalah layanan yang digunakan untuk Quality of Service (QoS). Terdapat 8 bit yang dapat digunakan untuk menandai paket dalam memberikan paket perlakuan tertentu, contohnya paket prioritas.
Total Length : Bagian ini memiliki panjang 16 bit, menunjukkan seluruh ukuran paket IP (header dan data). Jadi, minimum header dan data adalah 20 bit dan maksimum adalah 65.535 bit, nilai tertinggi yang dapat dibuat oleh header dan data dari 16 bit.
Identification : Identifikasi digunakan untuk memberikan nomor sebesar 16 bit sebagai pengenal paket yang difragmentasi. Fragmentasi adalah pemecahan paket menjadi beberapa bagian.
IP Flag : Berisi 3 bit yang digunakan fragmentasi. Bit pertama selalu diset 0. Bit kedua disebut DF (don’t fragment/jangan difragmentasi). Bit ketiga dinamakan MF (more fragment), diset pada paket yang akan difragmentasi.
Fragmen Offset : Berisi 13 bit yang digunakan untuk menentukan posisi paket yang akan difragmentasi.
Time to Live : Sebuah paket yang hendak melewati router akan selalu dikurangi 1 pada bagian Time to Live (TTL) agar ketika mencapai nilai 0, router akan membuang paket dan mengirimkan pesan ICMP, yaitu waktu pengiriman melebihi Time to Live. Time to Live digunakan untuk membatasi perjalanan paket berdasarkan waktu agar paket tidak berjalan terus-menerus dan akhirnya looping/berputar. Batasan ini disebut TTL.
Protocol : Bagian ini memiliki panjang 8 bit yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang protokol apa yang digunakan TCP dengan nilai 6 atau UDP dengan nilai 17.
Header Checksum : Checksum adalah memeriksa kesalahan data. Header checksum berisi 16 bit, berguna menyimpan data header checksum yang dapat digunakan sebagai pemeriksaan header jika terjadi kesalahan.
Source Address : Bagian ini berisi informasi IP sumber sebesar 32 bit.
Destination Address : Bagian ini berisi informasi IP tujuan sebesar 32 bit.
IP Option : Bagian ini digunakan sebagai pilihan. Jika bagian ini terisi, panjang header akan bertambah. Contoh opsi adalah route source, artinya pengirim meminta jalur route tertentu dari paket data.
Padding: digunakan untuk menambah nol setelah bagian opsi hingga mencapai bilangan bulat 32, sehingga header IP dapat berakhir pada batas 32 bit.
Data : IP Header Data Merupakan data dari yang dienkapsulasi dari lapisan atas dan dikirim ke lapisan bawah.

C. Pengalamatan IP V4

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk membahas mengenai IP Address. Dimana IP ini merupakan alamat Spesifik yang digunakan untuk menentukan alamat spesifik suatu host pada suatu jaringan. Untuk diketahui bahwa IP Address ini merupakan alamat software, bukan alamat hardware.

Ada beberapa pembagian Class alamat IP pada jaringan. Yaitu Class A, B,C,D,dan E. tapi pada pembahasan kali ini, saya tidak akan membahas tentang alamat IP Class D dan E, karena biasa digunakan untuk penelitian dan multicast. Saya hanya akan membahas mengenai alamat IP Class A,B dan C yang biasa digunakan dalam mengelola suatu jaringan. seblum kita membahas lebih jauh tentang pembagian Class, ada beberapa hal yang harus kita pahami dulu dalam pemahaman masalah IP, Karena kita tidak akan lepas dari ini semua, yaitu antara lain :
  • bit, merupakan angka yang hanya terdiri dari 2 digit, yaitu 1 dan 0
  • byte, merupakan pernyataan yang mewakili 8 bit, yaitu 1 byte = 8 bit
  • octet, terdiri dari 8 bit, sama seperti byte, dapat juga ditukar antara penggunaan katanya antara byte dan octet
  • Network Address, merupakan alamat yang menunjukan Network tersebut
  • Host Address, merupakan alamat yang menunjukan Host Tersebut dalam sebuah Network
Beberapa istilah di atas, nantinya akan kita jumpai dalam pembahasan yang akan saya bahas pada pembahasan kali ini.

Dalam IPv4, jumlah alamat IP adalah sebanyak 32 bit atau 4 byte, yang masing-masing byte terdiri dari 8 bit, sehingga dapat dituliskan seperti contoh berikut :
  • dalam binner : 01000000.00001010.00000110.00000110
  • dalam decimal : 64.10.6.6
  • dalam hexa : 40.0A.06.06
Jika kita lihat dari contoh di atas, maka penulisannya adalah memiliki pola :

x.x.x.x

Jadi skali lagi bahwa IP Address terdiri dari 4 byte yang masing-masing byte terdiri dari 8 bit. Sekarang kita akan membahas mengenai pembagian class pada IP Address 

Selasa, 21 Oktober 2025

Perkembangan Teknologi Media Komunikasi Jaringan Komputer dan Telekomunikasi

Jaringan Converged yang digunakan saat ini telah menyatukan berbagai jaringan telekomunikasi dengan bermacam layanan. Tentunya perkembangan teknologi komunikasi tersebut tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa dukungan perkembangan teknologi pendukung komunikasi, yaitu perkembangan teknologi media komunikasi. Seperti yang kita ketahui bersama, media jaringan telekomunikasi terbagi atas media kabel dan nirkabel.

a. Media Nirkabel 3G/4G

3G singkatan dari third generation technology, sedangkan 4G singkatan dari fourth generation technology dengan huruf “G” mewakili kata generasi. 3G dan 4G adalah standar koneksi telepon seluler nirkabel (wireless cell phone). Standar tersebut ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU). Akan tetapi, perkembangan teknologi saat ini telah mulai pada generasi ke-5 atau 5G. Tabel 2.1 menunjukkan perbedaan perkembangan 3G/4G dan 5G.

b. Media Nirkabel VSAT
VSAT, singkatan dari Very Small Aperture Terminal, adalah sebuah koneksi internet menggunakan satelit. Prosesnya adalah data dikirim melalui perangkat jaringan, ditransmisikan menggunakan satelit,
kemudian dikirimkan kembali ke stasiun penerima. Satelit berfungsi sebagai repeater penguat sinyal. Perangkat VSAT terdiri atas perangkat luar ruangan (outdoor) dan perangkat dalam ruangan (indoor). Perangkat luar ruangan terdiri atas antena parabola/dish, Block Up Converter (BUC) yang digunakan sebagai Transmiter (TX) pengirim sinyal/data, dan Low Noise Block (LNB) yang digunakan sebagai Receiver (RX) penerima sinyal/data. Adapun perangkat dalam ruangan terdiri atas modem yang berfungsi mengubah sinyal baseband ke sinyal frekuensi menengah [intermediate frequency (IF)] dan sebaliknya.


Refleksi
1. Sebutkan dan jelaskan perkembangan teknologi jaringan seluler dari generasi pertama sampai saat ini.

c. Media Nirkabel Microwave Link

Microwave Link banyak digunakan untuk konektivitas di jaringan IP digital modern. Dengan kapasitas hingga 6 Gbps bahkan lebih, jaringan Microwave Link dapat memberikan bandwidth yang andal, hemat biaya, dan fleksibel, tanpa perlu gangguan dan penundaan yang disebabkan oleh penggalian jalur serat optik yang mahal. Jaringan Microwave adalah jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi sangat tinggi, yaitu microwave gelombang elektromagnetik. Microwave Link adalah alat yang digunakan untuk mengirimkan sinyal microwave data secara Point-to-Point dari satu titik yang disebut Base Transceiver Station (BTS) ke titik lainnya yang sering disebut Base Station Controller (BSC).

Terdapat beberapa komponen/perangkat keras yang digunakan untuk membangun jaringan Microwave. Perangkat tersebut terdiri atas perangkat luar ruangan dan perangkat dalam ruangan. Perangkat luar ruangan terdiri atas tower dan Outdoor Unit (ODU) yang berfungsi mengubah data dari Indoor Unit (IDU) menjadi sinyal Radio Frequency (RF). Perangkat dalam ruangan terdiri atas Indoor Unit (IDU) yang  berfungsi sebagai modem, mengubah sinyal digital menjadi sinyal analog dan sebaliknya, selanjutnya sinyal tersebut dikirim ke Outdoor Unit (ODU) untuk diubah menjadi sinyal Radio Frequency (RF). Kabel yang digunakan adalah kabel coaxial yang dirancang untuk Microwave.

Perangkat Microwave Link 
Saluran Pada Microwave Link

Berikut ini beberapa saluran pada Microwave Link, saluran microwave dapat di bagi menjadi 3 kategori yaitu :
Long Haul
Long Haul memiliki frekuensi kerja 2-10GHz, dan pada kondisi iklim dan frekuensi yang normal dapat menempuh hingga rentang 45km - 80km. Frekuensi yang dipergunakan yaitu 2, 7, dan 10 GHz.
Medium Haul
Medium Haul memiliki frekuensi kerja 11-20GHz, panjang hop antara 40km dan 20km. Frekuensi yang digunakan adalah 13, 15, dan 18 GHz.
Short Haul
Short Haul menjangkau jarak paling pendek, dan bekerja pada jangkauan frekuensi tinggi (23-58 GHz). Frekuensi yang digunakan adalah 23, 26, 27, 38, 55 dan 58 GHz.


d. Media Kabel Fiber Optik
Media lainnya yang mendukung perkembangan teknologi jaringan Converged adalah media kabel fiber optik (serat optik). Keunggulan jenis kabel ini adalah memiliki kecepatan transfer data yang tinggi dan sangat stabil. Kabel fiber optik dapat diterapkan dalam jenis instalasi perumahan, Fiber to the Home (FTTH), atau juga koneksi antargedung, Fiber to the Building (FTTB), karena kabel ini dapat membawa layanan Triple Play, yaitu video (televisi), audio (telepon), dan internet dalam sebuah jalur kabel. 1) Jenis-Jenis Kabel Fiber Optik Kabel fiber optik merupakan komponen utama pada kegiatan instalasi Fiber Optik. Kabel fiber optik terbagi atas dua jenis berdasarkan pada mode transmisinya.

    a) Kabel Fiber Optik Single Mode
Fiber optik single mode memiliki sistem transmisi data berwujud cahaya yang di dalamnya    hanya terdapat sebuah indeks sinar tanpa terpantul yang merambat sepanjang media tersebut dibentangkan. Karena sinarnya tidak terpantul di dalam media optik tersebut, teknologi fiber optik single mode sedikit 
mengalami gangguan dalam perjalanannya. Single mode dari segi strukturnya adalah teknologi fiber optik yang bekerja dengan inti fiber yang sangat kecil dan berdiameter 8–10 mikron. Dengan ukuran inti fiber sekecil itu, cahaya yang dipancarkan hanya satu bentuk cahaya. Cahaya yang dapat dipancarkan adalah cahaya dengan panjang gelombang 1.310 atau 1.550 nanometer.

    b) Kabel Fiber Optik Multimode
Kabel fiber optik multimode memiliki kelebihan dan kekurangan akibat dari banyaknya sinyal cahaya yang berada di dalam media fiber optik. Sinar yang berada di kabel multimode berjumlah lebih dari satu indeks cahaya. Cahaya yang dibawanya akan mengalami pemantulan berkali-kali hingga sampai di tujuan akhirnya sehingga cahaya yang datang pada tujuan akan bias. Hal ini merupakan salah satu kelemahan kabel multimode.
Keuntungan teknologi multimode memungkinkan kita untuk menggunakan LED sebagai sumber cahaya, sedangkan teknologi single mode mengharuskan kita untuk menggunakan laser sebagai sumber cahaya. Hal yang perlu diketahui, LED merupakan komponen yang cukup murah sehingga perangkat yang berperan sebagai sumber cahayanya juga berharga murah. LED tidak kompleks dalam penggunaan dan penanganan, serta LED juga tahan lebih lama dibandingkan dengan laser. Tabel berikut ini menunjukkan karakteristik perbedaan kabel single mode dan multimode.

c) Karaklteristik Kabel Fiber Optik


d) Standardisasi Warna Kabel Fiber Optik


2) Bagian-Bagian Kabel Fiber Optik
Kabel fiber optik terdiri atas beberapa bagian yang memiliki fungsi masing-masing. Berikut ini adalah beberapa bagian kabel fiber optik.


a) Inti (core cable): bagian inti fiber optik terbuat dari bahan kaca dengan diameter sangat kecil (sekitar 2 μm sampai dengan 50 μm). 
b) Cladding cable: bagian pelindung yang langsung menyelimuti fiber optik dengan ukuran cladding berdiameter 5 μm sampai dengan 250 μm. Cladding terbuat dari bahan silikon. Cladding juga berfungsi sebagai pemandu gelombang cahaya yang merefleksikan semua cahaya tembus kembali pada core.
c) Coating cable/buffer: lapisan coating ini terbuat dari bahan plastik yang elastis dan berfungsi sebagai lapisan pelindung dari semua gangguan fisik yang mungkin terjadi, seperti bending atau tekukan pada kabel.
d) Strength Member & Outer Jacket: lapisan strength member dan outer jacket merupakan bagian terluar dari fiber optik yang melindungi inti kabel dari berbagai gangguan fisik.

3. Kode Warna Fiber Optik Dan Tanda Pengenal Kabel



4. Kode Warna Fiber Optik

Kode warna terdapat pada coating dan loose tube nya. Dalam standar EIA / TIA-598, kode warna serat menentukan kode warna coating untuk jenis serat yang berbeda.Untuk kabel fiber optik jenis SCPT (single core per tube) dapat dengan mudah mengidentifikasinya dari warna coatingnya. Karena hanya terdiri dari satu core setiap satu warna tube.

Untuk jenis multicore, cara mengidentifikasi urutan serat optik adalah dengan melihat warna pada coating dan loose tubenya. Tergantung pda banyaknya loose tube. Misalnya serat ke 13 pada kabel kapasitas 6/12T (6 core 12 tube). Maka warna loose tubenya adalah Hijau dan warna core nya adalah Biru. Karena serat ke 13 berada pada tube ke 3 yaitu hijau. Warna coatingnya adalah biru karena berada pada serat pertama tube ke 3.


Kemudian bagaimana jika jumlah untaian core fiber optic lebih dari 12 helai core setiap tube? maka warna coating ke 13 sampai 24 adalah sama dengan warna helai ke 1 sampai 12 dengan tambahan strip hitam.


5. Tanda Pengenal Fiber Optik

Mungkin anda pernah menjumpai kode berikut pada kulit kabel fiber optik SMD-LT SS 6/3T 2Q . Apa artinya kode tersebut?

Kabel serat optik harus diberi tanda pengenal yang tidak mudah hilang yang tertera pada kulit kabel di sepanjang kabel. Adapun tanda pengenal tersebut meliputi:Nama pabrik pembuat
Tahun pembuatan
Tipe serat optic : SM : Single Mode
GI : Graded Indeks
SI : Step Indeks

4.Pemakaian kabel optik:D = Duct
A= Aerial
B= Buried
S= Submarine
I= Indoor

5.Jenis kabel Optik :LT = Lose Tube
SC = Slotted Core
Tb = Tight buffered

6.Struktur penguat:SS : Solid Steel Core
WS : Stranded Wire Steel
GRP : Glass Reinforced Plastic.

Panjang tanda pengenal kabel termasuk nama pabrik dan tahun pembuatan adalah satu meter. Contoh:

SMD-LT SS 6/3T 2Q adalah tanda pengenal kabel optik single mode untuk pemakaian duct dengan jenis loose tube , struktur penguatnya Solid State Core, kapasitas 6 core dengan 3 buah loose tube, dan mempuyai 2 quad kabel tembaga.








Rabu, 07 Mei 2025

Konfigurasi jaringan Fiber Optik 2

Alat dan Bahan :

1. Aplikasi Cisco Packet Tracer 
2. Laptop
Langkah-langkah mengkonfigurasi jaringan fiber optik di cisco :
1. Pertama buka aplikasi Cisco Packet Tracer 
2. Siapkan Komponen 1 router, 2 PC, 2 Laptop dan buat topologi seperti gambar dibawah ini :


Gambar 1.1 Topologi Jaringan Fiber Optik

3. Ubah port pada router, PC,Laptop dengan jenis port 1FGE, seperti gambar dibawah ini.
       Jangan lupa Tekan tombol ON ke OFF agar bisa mengganti Port tersebut.
Gambar 1.2 Pada Router 

Gambar 1.3 Pada Laptop

Gambar 1.4 Pada PC

4. Hubungkan PC dan Laptop ke Router menggunakan Kabel Fiber dan masukan ke port GigabitEthernet.
5. Atur Ip address di Router,PC dan Laptop. 
Gambar 1.5 Mengatur Ip di router 

    Rincian sebagai berikut :
GigabitEthernet0/0
Ip Address : 192.168.50.10
GigabitEthernet1/0
Ip Address : 192.168.60.10
GigabitEthernet2/0
Ip Address : 192.168.70.10
GigabitEthernet3/0
Ip Address : 192.168.80.10
PC0
Ip Address : 192.168.50.20
PC1
Ip Address : 192.168.60.20
Laptop0
Ip Address : 192.168.70.20
Laptop1
Ip Address : 192.168.80.20

Gateway PC dan Laptop Sama Semua Yaitu 192.168.50.10

6. Jika sudah dihubungkan dan kabel sudah berwarna hijau kita tinggal melakukan pengujian.

Klik PC/Laptop-Desktop-CommandPrompt
Gambar 1.6 Hasil Konfigurasi

Jika Gagal maka akan muncul Tulisan Request time out dan jika berhasil akan muncul tulisan TTL seperti gambar diatas.

Kesimpulan : Ketika hendak membuat Jaringan fiber optic di Cisco Packet Tracer yang harus diperhatikan adalah 
1. Mengganti Port dengan jenis Port yang sesuai yaitu 1FGE
2. Memakai Kabel Fiber 
3. Untuk Menghubungkannya masukan ke Port GigabitEthernet
4. Teliti dalam mengatur Ip address 

Rabu, 19 Februari 2025

Konfigurasi Jaringan Fiber Optic di Cisco Packet Tracer

    Pengertian Fiber Optik adalah suatu jenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus, dan digunakan sebagai media transmisi karena dapat mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu lokasi ke lokasi lainnya dengan kecepatan tinggi.

    fungsi serat optik pada dasarnya sama seperti kabel lainnya, yaitu untuk menghubungkan antar komputer dalam suatu jaringan komputer. Letak perbedaan antara fiber optik dengan jenis kabel lainnya adalah kemampuannya dalam memberikan kecepatan tinggi dalam hal akses dan transfer data. Selain itu, serat optik juga tidak mengalami gangguan elektromagnetik seperti halnya kabel lainnya karena pada kabel ini tidak terdapat arus listrik.
Alat dan Bahan :
1. Aplikasi Cisco Packet Tracer 
2. Laptop
Langkah-langkah mengkonfigurasi jaringan fiber optik di cisco :
1. Pertama buka aplikasi Cisco Packet Tracer 
2. Siapkan Komponen 1 router, 2 PC, 2 Laptop dan buat topologi seperti gambar dibawah ini :
Gambar 1.1 Topologi Jaringan Fiber Optik

3. Ubah port pada router, PC,Laptop dengan jenis port 1FGE, seperti gambar dibawah ini.
       Jangan lupa Tekan tombol ON ke OFF agar bisa mengganti Port tersebut.
Gambar 1.2 Pada Router 

Gambar 1.3 Pada Laptop

Gambar 1.4 Pada PC

4. Hubungkan PC dan Laptop ke Router menggunakan Kabel Fiber dan masukan ke port GigabitEthernet.
5. Atur Ip address di Router,PC dan Laptop. 
Gambar 1.5 Mengatur Ip di router 

    Rincian sebagai berikut :
GigabitEthernet4/0
Ip Address : 192.168.10.10
GigabitEthernet5/0
Ip Address : 192.168.20.10
GigabitEthernet6/0
Ip Address : 192.168.30.10
GigabitEthernet7/0
Ip Address : 192.168.40.10
PC0
Ip Address : 192.168.10.20
PC1
Ip Address : 192.168.20.20
Laptop0
Ip Address : 192.168.30.20
Laptop1
Ip Address : 192.168.40.20

Gateway PC dan Laptop Sama Semua Yaitu 192.168.10.10

6. Jika sudah dihubungkan dan kabel sudah berwarna hijau kita tinggal melakukan pengujian.

Klik PC/Laptop-Desktop-CommandPrompt
Gambar 1.6 Hasil Konfigurasi

Jika Gagal maka akan muncul Tulisan Request time out dan jika berhasil akan muncul tulisan TTL seperti gambar diatas.

Kesimpulan : Ketika hendak membuat Jaringan fiber optic di Cisco Packet Tracer yang harus diperhatikan adalah 
1. Mengganti Port dengan jenis Port yang sesuai yaitu 1FGE
2. Memakai Kabel Fiber 
3. Untuk Menghubungkannya masukan ke Port GigabitEthernet
4. Teliti dalam mengatur Ip address