IKLAN

Online Based Media Learning SMK Darul Ma'wa Plumpang

Konfigurasi Mikrotik Menggunakan Virtual Box

Langkah-Langkah konfigurasi Mikrotik :

Sistem Keamanan Jaringan Komputer

Keamanan jaringan adalah suatu cara atau suatu system yang digunakan untuk memberikan proteksi atau perlindungan pada suatu jaringan agar terhindar dari berbagai ancaman luar yang mampu merusak jaringan.

Setting VPN Menggunakan Paket Tracer

VPN adalah singkatan dari “Virtual Private Network”, merupakan suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lain secara pribadi melalui jaringan Internet (publik).

Softswitch

Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap;(PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini..

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone Menggunakan 2 Router..

Sabtu, 16 Mei 2026

EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol)

        EIGRP merupakan pengembangan dari Interior Gateway Routing Protocol (IGRP) yang memiliki jumlah Maksimum hop sebanyak 255 hop, dibandingakan dengan Routing Information Protocol (RIP) yang hanya memiliki jumlah maksimum hop sebanyak 15 hop.
        EIGRP biasa digunakan pada Sistem jaringan yang memiliki Network yang berskala besar. Selain itu juga, pada Router EIGRP, pada saat kita mengkonfigurasinya, kita tidak perlu memperkenalkan Network-Nework yang terhubung pada Router tetangga yang sudah tersimpan pada Routing Tablenya. Pada Router EIGRP ini, akan mencari sendiri Routing Table dari Router-Router tetangganya.
        Di dalam EIGRP juga, kita mengenal yang namanya Autonomous System (AS) yang berfungsi untuk membuat semua Router yang berada pada AS yang sama berada dalam satu lingkup area sehingga dapat melakukan Komunikasi Data dari Sumber sampai ke Tujuan. Apabila masing masing Router di set dengan menggunakan AS yang berbeda, maka antara Router tersebut tidak dapat saling melakukan pertukaran data.
        Dalam Router EIGRP juga mendukung yang namanya VLSM (Variable Lenght Subnet Mask) dimana mengijinkan jalur-jalur secara otomatis diringkas pada batas angka Network..Pada EIGRP juga tidak melakukan update secara periodik, tetapi akan melakukan Update apabila terjadi perubahan pada Routing Table.

Dibawah ini merupakan contoh konfigurasi Router dengan menggunakan EIGRP.

LAN A :
IP 20.20.20.2
Subnet Mask 255.0.0.0
Gateway 20.20.20.1

LAN B :
IP 198.100.100.2
Subnet Mask 255.255.255.0
Gateway 198.100.100.1

LAN C :
IP 150.140.140.2
Subnet Mask 255.255.0.0
Gateway 150.140.140.1

LAN D :
IP 135.135.135.2
Subnet Mask 255.255.0.0
Gateway 135.135.135.1

ROUTER 1 :
fast ethernet 0/0 : 20.20.20.1
serial 0/0/0 :140.140.140.1
serial 0/0/1 : 200.200.200.1

ROUTER 2 :
fast ethernet 0/0 : 198.100.100.1
serial 0/0/0 :140.140.140.2
serial 0/0/1 : 10.10.10.1

ROUTER 3 :
fast ethernet 0/0 : 150.140.140.1
serial 0/0/0 :10.10.10.2
serial 0/0/1 : 7.7.7.1

ROUTER 4 :
fast ethernet 0/0 : 135.135.135.1
serial 0/0/0 :200.200.200.2
serial 0/0/1 : 7.7.7.2

Konfigurasinya adalah sebagai berikut :

ROUTER 1 :

router# configure terminal
router(config)#hostname router1
router1(config)#interface fastethernet0/0
router1(config-if)#ip address 20.20.20.1 255.0.0.0
router1(config-if)#no shutdown
router1(config-if)#exit
router1(config)#interface serial0/0/0
router1(config-if)#ip address 140.140.140.1 255.255.0.0
router1(config-if)#no shutdown
router1(config-if)#exit
router1(config)#interface serial0/0/1
router1(config-if)#ip address 200.200.200.1 255.255.255.0
router1(config-if)#clock rate 64000
router1(config-if)#no shutdown
router1(config-if)#exit
router1(config)#router eigrp 10
router1(config-router)#network 20.0.0.0
router1(config-router)#network 140.140.0.0
router1(config-router)#network 200.200.200.0
router1(config-router)#exit
router1(config)#exit


ROUTER 2 :
router# configure terminal
router(config)#hostname router2
router2(config)#interface fastethernet0/0
router2(config-if)#ip address 198.100.100.1 255.255.255.0
router2(config-if)#no shutdown
router2(config-if)#exit
router2(config)#interface serial0/0/0
router2(config-if)#ip address 140.140.140.2 255.255.0.0
router2(config-if)#no shutdown
router2(config-if)#exit
router2(config)#interface serial0/0/1
router2(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.0.0.0
router2(config-if)#clock rate 64000
router2(config-if)#no shutdown
router2(config-if)#exit
router2(config)#router eigrp 10
router2(config-router)#network 198.100.100.0
router2(config-router)#network 140.140.0.0
router2(config-router)#network 10.0.0.0
router2(config-router)#exit
router2(config)#exit

ROUTER 3 :

router# configure terminal
router(config)#hostname router3
router3(config)#interface fastethernet0/0
router3(config-if)#ip address 150.140.140.1 255.255.0.0
router3(config-if)#no shutdown
router3(config-if)#exit
router3(config)#interface serial0/0/0
router3(config-if)#ip address 10.10.10.2 255.0.0.0
router3(config-if)#no shutdown
router3(config-if)#exit
router3(config)#interface serial0/0/1
router3(config-if)#ip address 7.7.7.1 255.0.0.0
router3(config-if)#clock rate 64000
router3(config-if)#no shutdown
router3(config-if)#exit
router3(config)#router eigrp 10
router3(config-router)#network 150.140.0.0
router3(config-router)#network 10.0.0.0
router3(config-router)#network 7.0.0.0
router3(config-router)#exit
router3(config)#exit


ROUTER 4 :
router# configure terminal
router(config)#hostname router4
router4(config)#interface fastethernet0/0
router4(config-if)#ip address 135.135.135.1 255.255.0.0
router4(config-if)#no shutdown
router4(config-if)#exit
router4(config)#interface serial0/0/0
router4(config-if)#ip address 200.200.200.2 255.255.255.0
router4(config-if)#no shutdown
router4(config-if)#exit
router4(config)#interface serial0/0/1
router4(config-if)#ip address 7.7.7.2 255.0.0.0
router4(config-if)#clock rate 64000
router4(config-if)#no shutdown
router4(config-if)#exit
router4(config)#router eigrp 10
router4(config-router)#network 135.135.0.0
router4(config-router)#network 200.200.200.0
router4(config-router)#network 7.0.0.0
router4(config-router)#exit
router4(config)#exit


Diatas tadi merupakan konfigurasi dari Router yang menggunakan Routing Protocol EIGRP. Kita dapat melihat diatas, bahwa masing-masing Router memiliki Autonomous System (AS) yang sama, yaitu 10. Yang menandakan bahwa Router-Router tersebut berada dalam satu lingkup yang sama. Apabila kita membandingkan dengan konfigurasi menggunakan Routing Information Protocol (RIP), pada EIGRP ini, kita tidak perlu menuliskan lagi Network-Network yang terhubung pada Router-Router tetangga, karena pada EIGRP ini, akan mencari sendiri Routing Table dari Router tetangganya. Selain itu juga EIGRP dapat mengatasi masalah pada RIP dalam hal keterbatasan jumlah hop maksimum yang dimiliki oleh RIP.


Rabu, 13 Mei 2026

Perencanaan dan Pengalamatan Jaringan Untuk Server

Kompetensi Dasar

  • Merancang jaringan client-server
  • Menentukan pengalamatan IP server dan client
  • Mengkonfigurasi server pada Cisco Packet Tracer
  • Menguji layanan jaringan server

Studi Kasus

Sebuah perusahaan kecil akan membangun jaringan komputer dengan 1 server utama yang digunakan untuk:

  • Penyimpanan data
  • Web Server
  • DHCP Server

Perusahaan memiliki:

  • 1 ruang Server
  • 2 ruang kerja

Jumlah perangkat:

RuanganJumlah Perangkat
Ruang Administrasi3 PC 
Ruang Keuangan3 PC 
Ruang Server1 Server

Admin jaringan mendapatkan IP Network:

192.168.20.0/24

Tugas Praktik

1. Perencanaan Topologi

Buat topologi jaringan menggunakan:

  • 1 Router
  • 2 Switch
  • 6 PC
  • 1 Server

Ketentuan:

  • Semua PC harus dapat terhubung ke server
  • Server berada pada jaringan tersendiri

2. Perencanaan Pengalamatan IP

Lakukan subnetting sesuai kebutuhan host.

Tentukan:

  • Network ID :
  • Subnet Mask :
  • Range Host :
  • Broadcast Address :
  • Gateway :

3. Konfigurasi Perangkat

A. Router

  • Ganti hostname menjadi:
R-SERVER
  • Konfigurasikan IP pada setiap interface router.

B. Switch

  • Ganti nama switch:
    • SW-ADMIN
    • SW-KEUANGAN

C. Server

Atur:

  • IP Address
  • Subnet Mask
  • Default Gateway

Aktifkan layanan:

  • DHCP
  • HTTP/Web Server

D. PC Client

  • Atur IP secara otomatis menggunakan DHCP dari server.

Ketentuan Pengalamatan

PerangkatKetentuan
GatewayGunakan IP pertama
ServerGunakan IP kedua
ClientGunakan IP berikutnya

Pengujian

Lakukan pengujian berikut:

  1. Ping dari PC Admin ke Server
  2. Ping dari PC Keuangan ke Server
  3. Uji DHCP berhasil atau tidak
  4. Buka Web Browser pada PC client lalu akses alamat IP server

Contoh:

http://192.168.x.x
                                       IP Static                                                              IP Dynamic

Setting DHCP Ruang Keuangan 
Masuk ke R SERVER
Pada Tab CLI Tuliskan Script di bawah

R1>en
R1#conf t
R1(config)#ip dhcp pool ruang keuangan
R1(dhcp-config)#network 192.168.20.128 255.255.255.192
R1(dhcp-config)#default-router 192.168.20.129
R1(dhcp-config)#option 150 ip 192.168.20.129
R1(dhcp-config)#ex
R1(config)#ip dhcp excluded-address 192.168.20.129

Setting File Transfer Protocol

Buka SERVER Klik Service pilik menu FTP
Buat Username dan Password
Centang semua permission
Pilih Add

Buka Klient
tab Dekstop Pilih Text Editor
Tulis File Lalu CTRL +S

Cara Upload dan Download File dari Server

Masuk ke CMD Tuliskan Perintah di bawah

Uplod File ke server

ftp 192.168.20.2
login :
password :
put nama file

Downloaf File  dari server

ftp 192.168.20.2
login :
password :
get nama file



Minggu, 10 Mei 2026

BAB VIII Konsep Kerja PBX pada server VOIP

PBX adalah singkatan dari Private Branch Exchange, yaitu sistem telepon internal yang digunakan perusahaan untuk mengelola panggilan masuk, panggilan keluar, dan komunikasi antar-karyawan.

Dengan PBX, perusahaan tidak perlu membuat sambungan telepon langsung ke operator untuk setiap karyawan. Cukup menggunakan satu atau beberapa saluran telepon eksternal, kemudian PBX akan membaginya secara internal.

Sejarah Singkat Perkembangan PBX

Untuk memahami lebih dalam apa itu PBX, kita perlu melihat evolusinya:

  1. PBX Manual (Switchboard) – Dioperasikan manusia, berasal dari tahun 1900-an.
  2. PBX Otomatis – Mulai menggantikan operator manual dengan sistem elektrik.
  3. Analog PBX – Menggunakan jalur tembaga dan sinyal analog.
  4. Digital PBX – Mulai mengenal sinyal digital serta fitur voicemail dan IVR.
  5. IP PBX – Berbasis jaringan internet dengan protokol VoIP.
  6. Cloud PBX / Hosted PBX – Seluruh sistem dikelola di cloud tanpa perangkat keras.

Komponen Utama dalam Sistem PBX

Membahas apa itu PBX tidak lengkap tanpa memahami komponen-komponennya:

  1. Trunk Line
    Saluran telepon eksternal yang menghubungkan PBX dengan operator telekomunikasi.
  2. Extension
    Nomor internal untuk masing-masing karyawan, misalnya 101, 102, 103.
  3. Server PBX
    Pusat kendali yang memproses rute panggilan, voicemail, IVR, dan fitur lainnya.
  4. Telephone Endpoint
    Perangkat yang digunakan pengguna:
    • Telepon analog
    • Telepon digital
    • IP Phone
    • Softphone di komputer atau smartphone
  5. IVR (Interactive Voice Response)
    Menu suara otomatis seperti: “Tekan 1 untuk Sales, Tekan 2 untuk Support”.

Cara Kerja PBX

Saat pelanggan menelepon nomor perusahaan:

  1. Panggilan masuk dan diterima PBX.
  2. PBX memproses rute panggilan yang dapat disesuaian, misalkan mengarahkan panggilan ke divisi tertentu atau extension tertentu.
  3. Jika extension sibuk, PBX bisa mengarahkan ke extension lain atau ke voicemail.
  4. PBX juga dapat menghubungkan panggilan antar-karyawan hanya dengan nomor extension, tanpa keluar ke operator.

Teknologi inilah yang membuat PBX menjadi tulang punggung komunikasi bisnis selama puluhan tahun.


Fungsi Utama PBX untuk Perusahaan

Berikut beberapa fungsi PBX yang menjawab pertanyaan inti apa itu PBX dan apa manfaatnya:

  1. Mengatur Panggilan Eksternal & Internal
    PBX menghubungkan karyawan dengan pelanggan dan dengan sesama karyawan.
  2. Hemat Biaya Komunikasi
    Tidak perlu satu nomor telepon untuk setiap karyawan.
  3. Fitur Rute Panggilan (Call Routing)
    Contoh: panggilan ke nomor utama dapat diarahkan ke resepsionis atau menu IVR.
  4. Call Transfer & Call Hold
    Fitur penting untuk operasional kantor sehari-hari.
  5. Voicemail & Rekaman Panggilan
    Membantu dokumentasi komunikasi bisnis.
  6. IVR Menu Otomatis
    Meningkatkan profesionalisme dan mempercepat penanganan pelanggan.
  7. Konferensi Suara
    Memungkinkan rapat internal tanpa biaya tambahan.
  8. Call Queue
    Mengatur antrean panggilan customer service.

Sabtu, 09 Mei 2026

OSPF ( Open Shortest Path First )

Mengenal apa itu OSPF

OSPF merupakan salah satu protokol routing yang menggunakan alogoritma Shortest Path First (SPF). OSPF Terbagi menjadi area - area dan autonomous systems (AS). Meminimalkan routing update traffic, sehingga menurunkan routing overhead. Allows scalability, Supports VLSM/CIDR, Unlimited hop count, Open Standard / multi-vendor deploymen.

Topologi
Buat topologi seperti berikut:


Konfigurasi Ip address
Router0

Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 10.20.30.1 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown

Router1
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 10.20.30.2 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 10.20.20.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 10.20.30.13 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown


Router2
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 10.20.30.14 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 10.30.30.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown

Konfigurasi PC
PC0
ip : 10.10.10.2
netmask : 255.255.255.0
gateway : 10.10.10.1
PC1
ip : 10.20.20.2
netmask : 255.255.255.0
gateway : 10.20.20.1
PC0
ip : 10.30.30.2
netmask : 255.255.255.0
gateway : 10.30.30.1



Konfigurasi Routing
Router0
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 10.20.30.0 0.0.0.3 area 0

Router1
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 10.20.30.0 0.0.0.3 area 0
Router(config-router)#network 10.20.20.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 10.20.30.12 0.0.0.3 area 0
Router2
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 10.20.30.12 0.0.0.3 area 0
Router(config-router)#network 10.30.30.0 0.0.0.255 area 0
Verifikasi
Ping antara PC0 ke PC1
Ping antara PC1 ke PC2
Ping antara PC0 ke PC2

Status Route
Router#show ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/8 is variably subnetted, 5 subnets, 2 masks
O 10.10.10.0/24 [110/65] via 10.20.30.1, 00:05:53, Serial0/0/0
C 10.20.20.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
C 10.20.30.0/30 is directly connected, Serial0/0/0
C 10.20.30.12/30 is directly connected, Serial0/0/1
O 10.30.30.0/24 [110/65] via 10.20.30.14, 00:03:19, Serial0/0/1

Router#

C - Connected = routing yang otomatis ada ketika jaringan dihubungkan ke router.

O - OSPF = routing yang menggunakan protokol ospf 

Minggu, 03 Mei 2026

Menghubungkan VOIP dan Analog 1 Router 6 Client

Perangkat

1 Router 2811 
1 Switch 2950-24
3 IP Phone
3 VoIP Device
3 Analog Phone

Network : 192.168.50.0
Dial Number : 0857881001-0857881006