Konfigurasi Mikrotik Menggunakan Virtual Box
Langkah-Langkah konfigurasi Mikrotik :
Sistem Keamanan Jaringan Komputer
Keamanan jaringan adalah suatu cara atau suatu system yang digunakan untuk memberikan proteksi atau perlindungan pada suatu jaringan agar terhindar dari berbagai ancaman luar yang mampu merusak jaringan.
Setting VPN Menggunakan Paket Tracer
VPN adalah singkatan dari “Virtual Private Network”, merupakan suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lain secara pribadi melalui jaringan Internet (publik).
Softswitch
Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap;(PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini..
Konfigurasi VoIP dan Analog Phone
Konfigurasi VoIP dan Analog Phone Menggunakan 2 Router..
Minggu, 01 Maret 2026
BAB VI. Sistem Kontrol Dan Monitoring
Sabtu, 28 Februari 2026
Static Route 2 Router
R1(config)#interface fa0/0R1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0R1(config-if)#no shutdownR1(config-if)#exitR1(config)#interface se0/0/0R1(config-if)#ip address 10.22.33.1 255.255.255.252R1(config-if)#no shutdown
R2(config)#interface se0/0/0R2(config-if)#ip address 10.22.33.2 255.255.255.252R2(config-if)#no shutdownR2(config-if)#interface fa0/0R2(config-if)#ip address 10.20.20.1 255.255.255.0R2(config-if)#no shutdownR2(config-if)#interface se0/0/1R2(config-if)#ip address 10.22.33.5 255.255.255.252R2(config-if)#no shutdown
PC0ip : 10.10.10.2netmask : 255.255.255.0gateway : 10.10.10.1PC1ip : 10.20.20.2netmask : 255.255.255.0gateway : 10.20.20.1
Dari topologi diatas, coba ping antara PC0 ke PC 1, apakah bisa?
Router(config)#ip route <network tujuan> <subnetmask network tujuan> <ip router next-hop>
R1(config)#ip route 10.20.20.0 255.255.255.0 10.22.33.2R1(config)#ip route 10.22.33.4 255.255.255.252 10.22.33.2R1(config)#ip route 10.30.30.0 255.255.255.0 10.22.33.2
R2(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 10.22.33.1R2(config)#ip route 10.30.30.0 255.255.255.0 10.22.33.6
R1(config)#do show ip routeCodes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGPD - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter areaN1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGPi - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area* - candidate default, U - per-user static route, o - ODRP - periodic downloaded static routeGateway of last resort is not set10.0.0.0/8 is variably subnetted, 5 subnets, 2 masksC 10.10.10.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0S 10.20.20.0/24 [1/0] via 10.22.33.2C 10.22.33.0/30 is directly connected, Serial0/0/0S 10.22.33.4/30 [1/0] via 10.22.33.2S 10.30.30.0/24 [1/0] via 10.22.33.2R1(config)#
R2(config)#do show ip routeCodes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGPD - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter areaN1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGPi - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area* - candidate default, U - per-user static route, o - ODRP - periodic downloaded static routeGateway of last resort is not set10.0.0.0/8 is variably subnetted, 5 subnets, 2 masksS 10.10.10.0/24 [1/0] via 10.22.33.1C 10.20.20.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0C 10.22.33.0/30 is directly connected, Serial0/0/0C 10.22.33.4/30 is directly connected, Serial0/0/1S 10.30.30.0/24 [1/0] via 10.22.33.6R2(config)#
Kamis, 26 Februari 2026
BAB I Konfigurasi Ekstensi dan dial-plan Server VoIP ( Pengertian Extension dan dial plan pada server VoIP )
- Extension adalah label dari extension, dapat berupa string atau pola yang harus di evaluasi secara dinamik untuk mencocokan dengan banyak kemungkinan nomor telepon.dan setiap bagian dari extension harus memiliki label yang sama.
- Priority biasanya berupa angka integer. Adalah urutan dari perintah yang harus dijalankan dalam sebuah extension. Perintah pertama yang dijalankan harus dengan prioritas 1, jika tidak ada prioritas 1 maka asterisk tidak akan menjalankan perintah extension.dan seterusnya
- Command atau perintah adalah “aplikasi” yang akan di jalankan oleh Asterisk.
- Parameter adalah parameter yang harus diberikan kepada sebuah command. Tidak semua command / perintah membutuhkan parameter, beberapa perintah dapat dijalankan tanpa parameter
Pengertian Dial Plan

Dial Plan berfungsi sebagai routing (proses dimana suatu item dapat sampai ke tujuan dari satu lokasi ke lokasi lain) panggilan antar ekstensi, baik yang berada dalam satu IP-PBX (lokal) maupun antar IP-PBX, atau biasa disebut dial trunk.
Dalam server voip asterisk, Dial Plan diprogram dalam suatu file yang bernama extentions.conf, Setiap ekstensi dalam asterisk merujuk kepada user tertentu yang telah terdaftar di asterisk tersebut sehingga biasanya nomor ekstensi sama terhadap user id.
Rabu, 25 Februari 2026
Pengalamatan IP pada Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
A. Pengalamatan IP V4
Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk membahas mengenai IP Address. Dimana IP ini merupakan alamat Spesifik yang digunakan untuk menentukan alamat spesifik suatu host pada suatu jaringan. Untuk diketahui bahwa IP Address ini merupakan alamat software, bukan alamat hardware.
- bit, merupakan angka yang hanya terdiri dari 2 digit, yaitu 1 dan 0
- byte, merupakan pernyataan yang mewakili 8 bit, yaitu 1 byte = 8 bit
- octet, terdiri dari 8 bit, sama seperti byte, dapat juga ditukar antara penggunaan katanya antara byte dan octet
- Network Address, merupakan alamat yang menunjukan Network tersebut
- Host Address, merupakan alamat yang menunjukan Host Tersebut dalam sebuah Network
Dalam IPv4, jumlah alamat IP adalah sebanyak 32 bit atau 4 byte, yang masing-masing byte terdiri dari 8 bit, sehingga dapat dituliskan seperti contoh berikut :
- dalam binner : 01000000.00001010.00000110.00000110
- dalam decimal : 64.10.6.6
- dalam hexa : 40.0A.06.06
x.x.x.x
Class A
Dalam IP class A, terdapat ketentuan yang harus kita perhatikan, yaitu bahwa nilai digit pertama binner pada byte pertama harus harus off atau O, sehingga dapat dituliskan bahwa range alamt IP Class A yaitu :
00000000 = 0
s/d
01111111 = 127
dimana Penentuan Network Address dan Host Address pada IP Class A adalah :
N = Network Address
H = Host Address
10.0.0.0 (merupakan Network Address)
10.255.255.255 (merupakan Alamat Broadcast)
255.0.0.0(subnet mask)
IP yang sah yang dapat digunakan yaitu mulai dari :
10.0.0.1
s/d
10.255.255.254
Class B
10000000 = 128
s/d
10111111 = 191
dimana Penentuan Network Address dan Host Address pada IP Class A adalah :
N = Network Address
H = Host Address
130.100.0.0 (merupakan Network Address)
130.100.255.255 (merupakan Alamat Broadcast)
255.255.0.0(subnet mask)
IP yang sah yang dapat digunakan yaitu mulai dari :
130.100.0.1
s/d
130.100.255.254
Class C
s/d
11011111 = 223
dimana Penentuan Network Address dan Host Address pada IP Class A adalah :
N = Network Address
H = Host Address
200.200.200.0 (merupakan Network Address)
200.200.200.255 (merupakan Alamat Broadcast)
255.255.255.0 (subnet mask)
IP yang sah yang dapat digunakan yaitu mulai dari :
200.200.200.1
s/d
200.200.200.254
Alamat IP Class C ini biasa digunakan untuk jaringan yang memiliki host yang sedikit.
|
128 |
64 |
32 |
16 |
8 |
4 |
2 |
1 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
128 | 64 | 32 | 16 | 8 | 4 | 2 | 1 |
1 | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 |
IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah versi IP address yang menggunakan sistem 128 bit dengan kombinasi angka dan huruf, seperti 2001:cdba:0000:0000:0000:0000:3257:9652. Rangkaian ini juga bisa ditulis menjadi lebih singkat menjadi 2001:cdba::3257:9652.
Jenis alamat IP ini dirancang untuk menggantikan IPv4, dan memiliki jumlah kombinasi yang sangat banyak, yaitu hingga 340 triliun triliun triliun.
Sementara itu, IPv4 hanya mampu menyediakan 4,29 miliar IP address. Dengan adanya IPv6, kebutuhan IP address di masa depan bisa terpenuhi tanpa khawatir kehabisan kombinasi angka.
Selain menyediakan kombinasi alamat IP yang hampir tak terbatas, IPv6 juga dirancang dengan fitur-fitur canggih seperti efisiensi routing, keamanan yang lebih baik, dan dukungan untuk teknologi modern seperti IoT dan 5G.
Meski begitu, penggunaan IPv6 masih terhitung lambat. Saat ini, baru sekitar 43% pengguna di dunia yang beralih ke IPv6, sementara sisanya masih menggunakan IPv4.
Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang masih dirasa menjadi kekurangan IPv6 di samping berbagai kelebihannya.
Kelebihan dan kekurangan IPv6
IPv6 memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya lebih canggih daripada IPv4. Meski begitu, ada juga beberapa kekurangannya yang menyebabkan jenis alamat IP ini masih jarang digunakan.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan IPv6 dibandingkan dengan IPv4:
Kelebihan IPv6
- Lebih cepat. IPv6 tidak bergantung pada NAT (Network Address Translation) sehingga proses transfer data bisa lebih cepat.
- Lebih efektif. Routing table pada IPv6 lebih kecil dibandingkan dengan IPv4, membuat proses routing menjadi lebih efisien dan terstruktur.
- Lebih aman. Alamat IP ini dilengkapi fitur enkripsi bawaan dan perlindungan terhadap serangan ke ARP (Address Resolution Protocol) yang meningkatkan keamanan saat bertukar data.
- Hemat bandwidth. IPv6 mendukung multicast, memfasilitasi pengiriman data ke banyak tujuan sekaligus tanpa boros bandwidth.
- Mudah dikonfigurasi. Proses konfigurasi dilakukan secara otomatis sehingga lebih praktis dibandingkan dengan IPv4.
- Cocok untuk perangkat seluler. Koneksi ke perangkat seluler lebih cepat karena tidak perlu melewati NAT, yang biasanya memperlambat waktu respons.
- Kompatibilitas belum optimal. Banyak perangkat dan jaringan yang masih menggunakan IPv4 sehingga dukungan untuk IPv6 belum sepenuhnya merata.
- Peralihan yang lambat. Meski sudah diperkenalkan sejak 1995, penggunaan IPv6 belum mencapai separuh dari keseluruhan perangkat dan jaringan global.
Minggu, 15 Februari 2026
Konfigurasi VoIP : IP Phone, Analog Phone dan IP Communicator
Router 2811
Switch 2960
IP Phone
Analog Phone
PC PT
Sabtu, 14 Februari 2026
PENGUKURAN FIBER OPTIK MELALUI SPLITTER 1:4
A. Tujuan Praktik
Setelah praktik ini, peserta didik mampu:
-
Menjelaskan fungsi splitter 1:4 dalam jaringan FTTH.
-
Mengukur redaman sebelum dan sesudah splitter.
-
Menghitung total loss jaringan.
-
Membandingkan hasil praktik dengan perhitungan teori.
B. Dasar Teori Tambahan
🔹 Splitter 1:4
Splitter 1:4 adalah perangkat pasif yang membagi 1 sinyal optik menjadi 4 jalur output.
Karena daya dibagi menjadi 4 bagian, maka terjadi redaman tambahan.
🔹 Perhitungan Teori Redaman Splitter 1:4
Standar redaman pabrik splitter 1:4 biasanya:
-
±7 dB
Semakin besar rasio splitter, semakin besar redamannya.
C. Alat dan Bahan
-
Optical Power Meter (OPM)
-
Optical Network Terminal (OLT)
-
Splitter 1:4
-
Patchcord fiber optik
-
Kabel fiber optik ±200–500 m
-
Adapter SC/LC
D. Langkah Kerja Praktik
1️⃣ Pengukuran Tanpa Splitter (Baseline)
-
Hubungkan OLT → Kabel → OPM.
-
Pilih panjang gelombang 1310 nm.
-
Catat daya input dan output.
-
Hitung loss kabel:
2️⃣ Pengukuran Dengan Splitter 1:4
Skema:
OLT → Kabel → Splitter 1:4 → Salah satu output → OPM
Langkah:
-
Hubungkan OLT ke kabel utama.
-
Sambungkan kabel ke input splitter.
-
Pilih salah satu dari 4 port output.
-
Hubungkan ke OPM.
-
Catat daya output.
-
Ulangi untuk beberapa port berbeda.
E. Tabel Hasil Pengukuran
🔹 Tanpa Splitter
| No | Panjang Gelombang | Daya Input (dBm) | Daya Output (dBm) | Loss Kabel (dB) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | 1310 nm | 00.32 | ||
| 2 | 1550 nm | 00.22 |
🔹 Dengan Splitter 1:4
| No | Port Output | Daya Output (dBm) | Total Loss (dB) | Estimasi Loss Splitter |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Port 1 | |||
| 2 | Port 2 | |||
| 3 | Port 3 | |||
| 4 | Port 4 |
F. Contoh Perhitungan
Misal:
-
Daya input = -2 dBm
-
Setelah kabel 200 m = -2.3 dBm
-
Setelah splitter = -9.5 dBm
Maka:
-
Loss kabel = 0.3 dB
-
Loss splitter ≈ 7.2 dB
-
Total loss = 7.5 dB
Nilai tersebut masih sesuai dengan teori splitter 1:4 (±7 dB).
G. Analisis yang Harus Dijawab
-
Berapa selisih loss sebelum dan sesudah splitter?
-
Apakah hasil mendekati teori ±7 dB?
-
Mengapa tiap port bisa memiliki nilai berbeda?
-
Jika jaringan memiliki jarak 3 km + splitter 1:4, apakah masih dalam batas standar redaman?
H. Tabel Redaman
Konfigurasi Static Routing
- 1 Router
- 2 Switch
- 4 Client
- 126.10.5.1 (F0/0) = IP Router
- 126.10.5.2 (F0) = IP PC-1
- 126.10.5.3 (F0) = IP PC-2
- 172.16.10.1 (F1/0) = IP ROUTER
- 172.16.10.2 (F0) = IP LAPTOP-1
- 172.16.10.3 (F0) = IP LAPTOP-2
2. Langkah ke-2
Konfigurasi devicenya, kamu bisa memulai konfigurasi dari device yang mana saja. Disini saya memulainya dari router.
Dibawah ini merupakan Konfigurasi Router Statatic
Konfigurasi ROUTER (CLI)
Caranya yaitu klik ROUTER > masuk tab CLI > lalu konfigurasi Routernya seperti berikut.
--- System Configuration Dialog ---
Continue with configuration dialog? [yes/no]: n
Press RETURN to get started!
Router>en (enable)
Router#conf t (configurasi terminal)
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)# hostname Nama
Router(config)#int f0/0 (interface fastethenet 0/0)
Router(config-if)#ip add 126.10.5.1 255.255.255.248 (ip address)
Router(config-if)#no shut (no shutdown)
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up
Router(config-if)#ex (exit)
Router(config)#int f1/0 (interface fastethenet 1/0)
Router(config-if)#ip add 172.16.10.1 255.255.255.248 (ip address)
Router(config-if)#no shut (no shutdown)
Router(config-if)#
%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet1/0, changed state to up
%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet1/0, changed state to up
Router(config-if)#ex (exit)
Router(config)#
Konfigurasi CLIENT
Caranya yaitu klik CLIENT (PC/Laptop) > masuk tab DESKTOP > klik IP Configuration > lalu konfigurasi IPnya seperti berikut.
Lakukan konfigurasi client lainnaya sepertia diatas, dengan memasukkan Ip yang telah ditentukan masing-masing.
3. Langkah ke-3.
Lakukan tes, Setelah konfigurasi selesai dilakukan, coba tes apakah semua device sudah terkoneksi dengan benar atau belum.
Tes ping, klik Client > masuk tab Desktop > ping Ip
a. Tes ping Client ke Router
b. Tes ping Client ke Client
Tes kirim paket, klik Add Simple PDU (p) > laku klik device yang akan mengirim dan menerima paket, jika berhasil maka hasilnya akan seperti berikut :
c. Tes kirim paket Client ke Router dan Client ke Client









