Subnetting adalah proses pembagian jaringan besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil yang disebut subnet. Tujuan dari subnetting adalah untuk mengoptimalkan penggunaan alamat IP dan meningkatkan efisiensi jaringan.
Pada dasarnya, setiap perangkat yang terhubung ke jaringan memerlukan alamat IP unik untuk dapat berkomunikasi dengan perangkat lainnya. Sebelum adanya subnetting, seluruh jaringan harus menggunakan satu alamat IP tunggal, yang disebut sebagai “network address.” Namun, dengan semakin berkembangnya jaringan dan peningkatan jumlah perangkat yang terhubung, semakin terbatasnya alamat IP yang tersedia.
Melalui teknik subnetting, administrator jaringan dapat membagi satu jaringan besar menjadi beberapa subnet yang lebih kecil. Setiap subnet memiliki alamat IP unik dan dapat berisi jumlah perangkat yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan cara ini, penggunaan alamat IP dapat dioptimalkan, dan administrator dapat mengatur lalu lintas jaringan dengan lebih efisien.
Subnetting juga membantu meningkatkan keamanan jaringan. Dengan membagi jaringan menjadi beberapa subnet, administrator dapat mengisolasi beberapa perangkat atau bagian jaringan dari yang lain. Hal ini mengurangi risiko terjadinya serangan dari luar atau perambahan data oleh perangkat yang tidak berwenang.
Secara keseluruhan, subnetting merupakan konsep penting dalam pengelolaan jaringan modern. Dengan menggunakan teknik ini, administrator dapat mengoptimalkan penggunaan alamat IP, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat keamanan jaringan secara keseluruhan.
Perbedaan VLAN dan Subnet
VLAN (Virtual Local Area Network) dan Subnet adalah dua konsep yang berbeda namun seringkali berhubungan dalam pengelolaan jaringan. Berikut adalah perbedaan antara VLAN dan Subnet:
Definisi
VLAN: VLAN adalah teknik untuk memisahkan jaringan fisik menjadi beberapa jaringan logis di dalamnya. Dengan VLAN, perangkat-perangkat dalam jaringan dapat berkomunikasi seolah-olah mereka berada dalam satu jaringan fisik, meskipun sebenarnya mereka terpisah secara fisik.
Subnet: Subnetting adalah proses membagi sebuah jaringan IP besar menjadi beberapa jaringan IP yang lebih kecil. Setiap subnet memiliki alamat IP unik dan dikelompokkan berdasarkan alamat IP tertentu, yang memungkinkan perangkat-perangkat dalam subnet untuk berkomunikasi secara langsung dalam satu jaringan lokal.
Fungsi
VLAN: Fungsi utama VLAN adalah untuk mengelompokkan perangkat-perangkat dalam satu jaringan logis, terlepas dari lokasi fisik mereka. Ini membantu dalam mengatur akses dan keamanan jaringan, serta meningkatkan efisiensi lalu lintas.
Subnet: Subnetting digunakan untuk mengatur dan mengelompokkan perangkat berdasarkan alamat IP mereka. Hal ini membantu dalam mengontrol lalu lintas jaringan dan mengoptimalkan penggunaan alamat IP.
Perangkat yang Terhubung
VLAN: VLAN bekerja pada lapisan data link (Layer 2) dalam model OSI, dan mengelompokkan perangkat-perangkat berdasarkan informasi yang terkandung dalam header frame di tingkat data link.
Subnet: Subnet beroperasi pada lapisan jaringan (Layer 3) dalam model OSI, dan mengelompokkan perangkat-perangkat berdasarkan alamat IP.
Isolasi Jaringan
VLAN: VLAN memungkinkan isolasi jaringan dengan membatasi komunikasi antara VLAN yang berbeda, sehingga mengurangi kemungkinan akses tidak sah atau lalu lintas yang tidak diinginkan.
Subnet: Subnet pada dasarnya memungkinkan semua perangkat dalam satu subnet berkomunikasi satu sama lain tanpa pembatasan. Namun, pengaturan firewall dan konfigurasi router dapat digunakan untuk mengatur izin dan pembatasan antara subnet yang berbeda.
Mengenal VLAN TrunkVLAN Trunk atau trunking adalah konsep dimana sistem komunikasi dapat menyediakan akses jaringan untuk banyak klien dengan berbagi satu set garis (peraturan) atau frekuensi, bukan memberikannya secara individual
Sekilas mengenai VLAN Mode dan VLAN Header:
Hal ini dapat di temukan pada konfigurasi VLAN menggunakan Router MikroTik.
VLAN Mode
- Disable, mode ini akan mengabaikan tabel VLan. Jadi trafik akan tetap dihandle baik ada VLan Tag maupun jika tidak mengandung VLan Tag.
- Fallback (default), mirip dengan mode disable hanya perbedaannya pada mode fallback melakukan pengecekan terhadap tabel VLan. Jika trafik yang masuk dengan VLan Tag tetapi port-nya tidak ada atau tidak sesuai di VLan Tabel maka trafik tersebut tidak akan didrop.
- Check, mode ini akan men-drop atau tidak meneruskan trafik dengan VLan Tag yang tidak ada di tabel VLan. Namun jika trafik yang masuk dengan VLan Tag tetapi port-nya tidak ada atau tidak sesuai di VLan Tabel maka trafik tersebut akan tetap dihandle.
- Secure, mode ini akan men-drop apabila trafik yang masuk dengan VLan Tag namun port-nya tidak ada atau tidak sesuai di VLan Tabel.
VLAN Header
- leave-as-is : paket data tidak ada perubahan ketika keluar dari port
- always-strip : akan menghilangkan VLan Header pada paket data
- add-if-missing : akan menambahkan VLan Header pada paket data