A. Pengalamatan IP V4
Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk membahas mengenai IP Address. Dimana IP ini merupakan alamat Spesifik yang digunakan untuk menentukan alamat spesifik suatu host pada suatu jaringan. Untuk diketahui bahwa IP Address ini merupakan alamat software, bukan alamat hardware.
- bit, merupakan angka yang hanya terdiri dari 2 digit, yaitu 1 dan 0
- byte, merupakan pernyataan yang mewakili 8 bit, yaitu 1 byte = 8 bit
- octet, terdiri dari 8 bit, sama seperti byte, dapat juga ditukar antara penggunaan katanya antara byte dan octet
- Network Address, merupakan alamat yang menunjukan Network tersebut
- Host Address, merupakan alamat yang menunjukan Host Tersebut dalam sebuah Network
Dalam IPv4, jumlah alamat IP adalah sebanyak 32 bit atau 4 byte, yang masing-masing byte terdiri dari 8 bit, sehingga dapat dituliskan seperti contoh berikut :
- dalam binner : 01000000.00001010.00000110.00000110
- dalam decimal : 64.10.6.6
- dalam hexa : 40.0A.06.06
x.x.x.x
Class A
Dalam IP class A, terdapat ketentuan yang harus kita perhatikan, yaitu bahwa nilai digit pertama binner pada byte pertama harus harus off atau O, sehingga dapat dituliskan bahwa range alamt IP Class A yaitu :
00000000 = 0
s/d
01111111 = 127
dimana Penentuan Network Address dan Host Address pada IP Class A adalah :
N = Network Address
H = Host Address
10.0.0.0 (merupakan Network Address)
10.255.255.255 (merupakan Alamat Broadcast)
255.0.0.0(subnet mask)
IP yang sah yang dapat digunakan yaitu mulai dari :
10.0.0.1
s/d
10.255.255.254
Class B
10000000 = 128
s/d
10111111 = 191
dimana Penentuan Network Address dan Host Address pada IP Class A adalah :
N = Network Address
H = Host Address
130.100.0.0 (merupakan Network Address)
130.100.255.255 (merupakan Alamat Broadcast)
255.255.0.0(subnet mask)
IP yang sah yang dapat digunakan yaitu mulai dari :
130.100.0.1
s/d
130.100.255.254
Class C
s/d
11011111 = 223
dimana Penentuan Network Address dan Host Address pada IP Class A adalah :
N = Network Address
H = Host Address
200.200.200.0 (merupakan Network Address)
200.200.200.255 (merupakan Alamat Broadcast)
255.255.255.0 (subnet mask)
IP yang sah yang dapat digunakan yaitu mulai dari :
200.200.200.1
s/d
200.200.200.254
Alamat IP Class C ini biasa digunakan untuk jaringan yang memiliki host yang sedikit.
|
128 |
64 |
32 |
16 |
8 |
4 |
2 |
1 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
128 | 64 | 32 | 16 | 8 | 4 | 2 | 1 |
1 | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 1 | 1 |
IPv6 (Internet Protocol version 6) adalah versi IP address yang menggunakan sistem 128 bit dengan kombinasi angka dan huruf, seperti 2001:cdba:0000:0000:0000:0000:3257:9652. Rangkaian ini juga bisa ditulis menjadi lebih singkat menjadi 2001:cdba::3257:9652.
Jenis alamat IP ini dirancang untuk menggantikan IPv4, dan memiliki jumlah kombinasi yang sangat banyak, yaitu hingga 340 triliun triliun triliun.
Sementara itu, IPv4 hanya mampu menyediakan 4,29 miliar IP address. Dengan adanya IPv6, kebutuhan IP address di masa depan bisa terpenuhi tanpa khawatir kehabisan kombinasi angka.
Selain menyediakan kombinasi alamat IP yang hampir tak terbatas, IPv6 juga dirancang dengan fitur-fitur canggih seperti efisiensi routing, keamanan yang lebih baik, dan dukungan untuk teknologi modern seperti IoT dan 5G.
Meski begitu, penggunaan IPv6 masih terhitung lambat. Saat ini, baru sekitar 43% pengguna di dunia yang beralih ke IPv6, sementara sisanya masih menggunakan IPv4.
Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang masih dirasa menjadi kekurangan IPv6 di samping berbagai kelebihannya.
Kelebihan dan kekurangan IPv6
IPv6 memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya lebih canggih daripada IPv4. Meski begitu, ada juga beberapa kekurangannya yang menyebabkan jenis alamat IP ini masih jarang digunakan.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan IPv6 dibandingkan dengan IPv4:
Kelebihan IPv6
- Lebih cepat. IPv6 tidak bergantung pada NAT (Network Address Translation) sehingga proses transfer data bisa lebih cepat.
- Lebih efektif. Routing table pada IPv6 lebih kecil dibandingkan dengan IPv4, membuat proses routing menjadi lebih efisien dan terstruktur.
- Lebih aman. Alamat IP ini dilengkapi fitur enkripsi bawaan dan perlindungan terhadap serangan ke ARP (Address Resolution Protocol) yang meningkatkan keamanan saat bertukar data.
- Hemat bandwidth. IPv6 mendukung multicast, memfasilitasi pengiriman data ke banyak tujuan sekaligus tanpa boros bandwidth.
- Mudah dikonfigurasi. Proses konfigurasi dilakukan secara otomatis sehingga lebih praktis dibandingkan dengan IPv4.
- Cocok untuk perangkat seluler. Koneksi ke perangkat seluler lebih cepat karena tidak perlu melewati NAT, yang biasanya memperlambat waktu respons.
- Kompatibilitas belum optimal. Banyak perangkat dan jaringan yang masih menggunakan IPv4 sehingga dukungan untuk IPv6 belum sepenuhnya merata.
- Peralihan yang lambat. Meski sudah diperkenalkan sejak 1995, penggunaan IPv6 belum mencapai separuh dari keseluruhan perangkat dan jaringan global.











