IKLAN

Online Based Media Learning SMK Darul Ma'wa Plumpang

Konfigurasi Mikrotik Menggunakan Virtual Box

Langkah-Langkah konfigurasi Mikrotik :

Sistem Keamanan Jaringan Komputer

Keamanan jaringan adalah suatu cara atau suatu system yang digunakan untuk memberikan proteksi atau perlindungan pada suatu jaringan agar terhindar dari berbagai ancaman luar yang mampu merusak jaringan.

Setting VPN Menggunakan Paket Tracer

VPN adalah singkatan dari “Virtual Private Network”, merupakan suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lain secara pribadi melalui jaringan Internet (publik).

Softswitch

Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap;(PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini..

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone Menggunakan 2 Router..

Minggu, 10 Mei 2026

BAB VIII Konsep Kerja PBX pada server VOIP

PBX adalah singkatan dari Private Branch Exchange, yaitu sistem telepon internal yang digunakan perusahaan untuk mengelola panggilan masuk, panggilan keluar, dan komunikasi antar-karyawan.

Dengan PBX, perusahaan tidak perlu membuat sambungan telepon langsung ke operator untuk setiap karyawan. Cukup menggunakan satu atau beberapa saluran telepon eksternal, kemudian PBX akan membaginya secara internal.

Sejarah Singkat Perkembangan PBX

Untuk memahami lebih dalam apa itu PBX, kita perlu melihat evolusinya:

  1. PBX Manual (Switchboard) – Dioperasikan manusia, berasal dari tahun 1900-an.
  2. PBX Otomatis – Mulai menggantikan operator manual dengan sistem elektrik.
  3. Analog PBX – Menggunakan jalur tembaga dan sinyal analog.
  4. Digital PBX – Mulai mengenal sinyal digital serta fitur voicemail dan IVR.
  5. IP PBX – Berbasis jaringan internet dengan protokol VoIP.
  6. Cloud PBX / Hosted PBX – Seluruh sistem dikelola di cloud tanpa perangkat keras.

Komponen Utama dalam Sistem PBX

Membahas apa itu PBX tidak lengkap tanpa memahami komponen-komponennya:

  1. Trunk Line
    Saluran telepon eksternal yang menghubungkan PBX dengan operator telekomunikasi.
  2. Extension
    Nomor internal untuk masing-masing karyawan, misalnya 101, 102, 103.
  3. Server PBX
    Pusat kendali yang memproses rute panggilan, voicemail, IVR, dan fitur lainnya.
  4. Telephone Endpoint
    Perangkat yang digunakan pengguna:
    • Telepon analog
    • Telepon digital
    • IP Phone
    • Softphone di komputer atau smartphone
  5. IVR (Interactive Voice Response)
    Menu suara otomatis seperti: “Tekan 1 untuk Sales, Tekan 2 untuk Support”.

Cara Kerja PBX

Saat pelanggan menelepon nomor perusahaan:

  1. Panggilan masuk dan diterima PBX.
  2. PBX memproses rute panggilan yang dapat disesuaian, misalkan mengarahkan panggilan ke divisi tertentu atau extension tertentu.
  3. Jika extension sibuk, PBX bisa mengarahkan ke extension lain atau ke voicemail.
  4. PBX juga dapat menghubungkan panggilan antar-karyawan hanya dengan nomor extension, tanpa keluar ke operator.

Teknologi inilah yang membuat PBX menjadi tulang punggung komunikasi bisnis selama puluhan tahun.


Fungsi Utama PBX untuk Perusahaan

Berikut beberapa fungsi PBX yang menjawab pertanyaan inti apa itu PBX dan apa manfaatnya:

  1. Mengatur Panggilan Eksternal & Internal
    PBX menghubungkan karyawan dengan pelanggan dan dengan sesama karyawan.
  2. Hemat Biaya Komunikasi
    Tidak perlu satu nomor telepon untuk setiap karyawan.
  3. Fitur Rute Panggilan (Call Routing)
    Contoh: panggilan ke nomor utama dapat diarahkan ke resepsionis atau menu IVR.
  4. Call Transfer & Call Hold
    Fitur penting untuk operasional kantor sehari-hari.
  5. Voicemail & Rekaman Panggilan
    Membantu dokumentasi komunikasi bisnis.
  6. IVR Menu Otomatis
    Meningkatkan profesionalisme dan mempercepat penanganan pelanggan.
  7. Konferensi Suara
    Memungkinkan rapat internal tanpa biaya tambahan.
  8. Call Queue
    Mengatur antrean panggilan customer service.

Sabtu, 09 Mei 2026

OSPF ( Open Shortest Path First )

Mengenal apa itu OSPF

OSPF merupakan salah satu protokol routing yang menggunakan alogoritma Shortest Path First (SPF). OSPF Terbagi menjadi area - area dan autonomous systems (AS). Meminimalkan routing update traffic, sehingga menurunkan routing overhead. Allows scalability, Supports VLSM/CIDR, Unlimited hop count, Open Standard / multi-vendor deploymen.

Topologi
Buat topologi seperti berikut:


Konfigurasi Ip address
Router0

Router(config)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 10.20.30.1 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown

Router1
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 10.20.30.2 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 10.20.20.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 10.20.30.13 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown


Router2
Router(config)#interface se0/0/0
Router(config-if)#ip address 10.20.30.14 255.255.255.252
Router(config-if)#no shutdown
Router(config-if)#interface fa0/0
Router(config-if)#ip address 10.30.30.1 255.255.255.0
Router(config-if)#no shutdown

Konfigurasi PC
PC0
ip : 10.10.10.2
netmask : 255.255.255.0
gateway : 10.10.10.1
PC1
ip : 10.20.20.2
netmask : 255.255.255.0
gateway : 10.20.20.1
PC0
ip : 10.30.30.2
netmask : 255.255.255.0
gateway : 10.30.30.1



Konfigurasi Routing
Router0
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 10.20.30.0 0.0.0.3 area 0

Router1
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 10.20.30.0 0.0.0.3 area 0
Router(config-router)#network 10.20.20.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)#network 10.20.30.12 0.0.0.3 area 0
Router2
Router(config)#router ospf 10
Router(config-router)#network 10.20.30.12 0.0.0.3 area 0
Router(config-router)#network 10.30.30.0 0.0.0.255 area 0
Verifikasi
Ping antara PC0 ke PC1
Ping antara PC1 ke PC2
Ping antara PC0 ke PC2

Status Route
Router#show ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/8 is variably subnetted, 5 subnets, 2 masks
O 10.10.10.0/24 [110/65] via 10.20.30.1, 00:05:53, Serial0/0/0
C 10.20.20.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
C 10.20.30.0/30 is directly connected, Serial0/0/0
C 10.20.30.12/30 is directly connected, Serial0/0/1
O 10.30.30.0/24 [110/65] via 10.20.30.14, 00:03:19, Serial0/0/1

Router#

C - Connected = routing yang otomatis ada ketika jaringan dihubungkan ke router.

O - OSPF = routing yang menggunakan protokol ospf 

Minggu, 03 Mei 2026

Menghubungkan VOIP dan Analog 1 Router 6 Client

Perangkat

1 Router 2811 
1 Switch 2950-24
3 IP Phone
3 VoIP Device
3 Analog Phone

Network : 192.168.50.0
Dial Number : 0857881001-0857881006



Rabu, 29 April 2026

Link Budget Deployment FTTH

Tabel : Link Budget GPON

No.

Uraian

 

Satuan

Standart Redaman (dB)

Volume

Total Redaman (dB)

1.

 Kabel FO

km

0.35

17

5.95

2.

Splitter

1:2

bh

3.70

1:4

bh

7.25

1

7.25

1:8

bh

10.38

1

10.38

1:16

bh

14.10

1:32

bh

17.45

3

Konektor

SC/UPC

bh

0.25

5

1.25

SC/APC*

bh

0.35

2

0.7

4

Sambungan

Di Kabel Feeder

bh

0.10

8

0.8

Di Kabel Distribusi

bh

0.10

2

0.2

Di Drop Kabel

bh

0.10

2

0.2

Total Redaman Murni

26.73

Total Redaman + Toleransi

28


Nilai standart redaman fiber optic berkisar antara -8 dBm hingga -25 dBM dan nilai redaman terbaik berkisar antara -17dBm hingga -21dBm. Apabila nilai redaman fiber optic kalian selain yang disebutkan diatas maka biasanya akan terjadi
  1. Dibawah -17 akan menyebabkan modem epon/gpon/xpon cepat panas
  2. Diatara -21 hingga -25 koneksi akan lambat
  3. Diatas -25 koneksi loss atau tidak adanya koneksi internet.

3 Hal diatas disebabkan, karena ONU/ONT dan OLT memiliki toleransi yang berbeda disaat kita melakukan pengukuran menggunakan Optical Power Meter (OPM).


Contoh Kasus :

Sinyal optik memiliki daya awal sebesar -5dBm Sinyal tersebut melewati :

Kabel Fiber Optik sepanjang 1Km

2 Sambungan Splice

2 Connector

1 Splitter 1:8

Pertanyaan :

Berapa daya sinyal yang diterima di ujung akhir?

Berara Jumlah Loss nya?