IKLAN

Online Based Media Learning SMK Darul Ma'wa Plumpang

Konfigurasi Mikrotik Menggunakan Virtual Box

Langkah-Langkah konfigurasi Mikrotik :

Sistem Keamanan Jaringan Komputer

Keamanan jaringan adalah suatu cara atau suatu system yang digunakan untuk memberikan proteksi atau perlindungan pada suatu jaringan agar terhindar dari berbagai ancaman luar yang mampu merusak jaringan.

Setting VPN Menggunakan Paket Tracer

VPN adalah singkatan dari “Virtual Private Network”, merupakan suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lain secara pribadi melalui jaringan Internet (publik).

Softswitch

Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap;(PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini..

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone Menggunakan 2 Router..

Selasa, 27 Juli 2021

Setting Server Menggunakan Paket Tracer

 1. Pertama, Buat jaringan LAN seperti gambar dibawah ini.


2. Kedua, klik PC Server > Pindah ke menu Desktop > IP Configuration


3. Kemudian, pilih static untuk menyetting ip address secara manual. misalnya disini saya isi 192.168.1.1 dan subnetmask 255.255.255.0. Jika sudah selesai, keluar dari konfigurasi.


4. Pada PC Server, pindah ke tab Service. klik HTTP untuk setting WEB SERVER. pada HTTP dan HTTPS di On kan. edit file index.html jika diperlukan.


5. Kemudian pindah ke menu DHCP, untuk setting DHCP Server. interface, pilih port yang terhubung ke Client, disini saya memilih Fastethernet0. pada Service kita On-kan. Default Gateway, berikkan IP Server. DNS Server, bisa diisi 8.8.8.8 maupun IP Server itu sendiri.
 #Sebelum
 #Sesudah

6. Kemudian Klik PC Client > Pilih Desktop > Pilih IP Configuration > Pada IP Configurasi seperti dibawah ini, pilih DHCP. Jika berhasil, akan muncul seperti gambar dibawah ini. Lakukan kesemua PC Client.
 #PC0
  #PC1
 #PC2
 #PC3

 7. Kemudian, Pindah ke menu DNS untuk Setting DNS SERVER. pada Resource Record di masukkan Name, kita masukkan domain yang akan kita buat. Type pilih A Record. Address masukkan IP Server kita. Kemudian klik Add.
 #Sebelum
 #Sesudah

8. Kemudian buat DNS seperti berikut.


9. Kemudian, pada DNS Service, kita ON-kan. jika sudah keluar dari konfigurasi.


#PENGUJIAN

1. DHCP SERVER
  a. Klik PC > Pilih Desktop > Pilih CommandPrompt. Kita coba ping Server dengan memasukkan perintah, > ping 192.168.1.1. Jika berhasil akan muncul pesan Reply from 192.168.1.1. jika berhasil, berarti kita sudah terhubung ke jaringan dengan mendapatkan ip address.

 b. Cara keduan, masukkan perintah > ipconfig, pada CommandPrompt. Jika muncul IP address, berarti PC kita telah mendapatkan IP dari DHCP Server.


2. WEB SERVER
a. Klik PC Client > Pilih Desktop > Pilih Web Browser > pad URL, ketikkan ip Address Server yaitu 192.168.1.1. jika berhasil, akan muncul seperti dibawah ini.


3. DNS SERVER
a. Klik PC Client > Pilih Desktop > Pilih Web Browser > pad URL, masukkan domain yang telah kita buat yaitu sheha.com. Jika berhasili, maka akan muncul tampilan sepertiberiku.


Membuat Jaringan Vlan Menggunakan Paket Tracer

Sebuah LAN virtual (VLAN) adalah setiap domain broadcast yang dipartisi dan terisolasi dalam jaringan komputer pada lapisan data link (OSI layer 2). Untuk membagi jaringan ke dalam virtual LAN, dapat mengkonfigurasi switch jaringan atau router. perangkat jaringan sederhana hanya dapat mempartisi per port fisik, dalam hal ini setiap VLAN terhubung dengan kabel jaringan khusus (dan konektivitas VLAN dibatasi oleh jumlah port perangkat keras yang tersedia). perangkat yang lebih canggih dapat menandai paket melalui tagging, sehingga interkoneksi tunggal (trunk) dapat digunakan untuk mengangkut data untuk beberapa VLAN. VLAN adalah fasilitas yang dimiliki oleh switch manageable, contohnya cisco. Pada switch unmanageable, port-port nya hanya dapat digunakan untuk koneksi ke network yang sama (satu network) sehingga tidak mendukung fasilitas VLAN. Switch bisa digunakan untuk membagi network yang berbeda dalam satu jaringan lokal. Seperti kita ketahui bahwa switch tidak bisa membaca Layer 3 sehingga tidak bisa membaca Network sehingga hanya bisa dihubungkan hanya satu network saja. Virtual LAN (VLAN) membagi satu broadcast domain menjadi beberapa broadcast domain, sehingga dalam satu switch bisa saja terdiri dari beberapa network. Host yang berbeda VLAN tidak akan tersambung sehingga meningkatkan security jaringan.


Keuntungan VLAN :
 •Security– Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting.
• Cost reduction – Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang mahal untuk upgrades jaringan dan efisiensi penggunaan bandwidth dan uplink yang tersedia.
• Higher performance – Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup secara logik (broadcast domain) mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan dan meningkatkan performa.
• Broadcast storm mitigation – Dengan membagi sebuah jaringan menjadi VLAN mengurangi jumlah peralatan yang berpartisipasi dalam broadcast storm.
• Improved IT staff efficiency – Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.
• Simpler project or application management – Memiliki fungsi-fungsi terpisah mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus.
OK Langsung saja tutorialnya: 

1. Pertama buatlah Topologi Jaringan seperti dibawah ini. Yang terdiri dari 5 PC dengan 1 Switch.

Ket:
PC0, PC1, PC2 = vlan 30 dengan nama KelasA
PC3 dan PC4 = vlan 90 dengan nama KelasB

2. Kemudian Klik Switch, lalu pindah ke Tap CLI untuk konfigurasi mode Text. masukkan perintah berikut:

Switch>en
Switch#conf t
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Switch(config)#vlan 30
Switch(config-vlan)#name KelasA
Switch(config-vlan)#vlan 90
Switch(config-vlan)#name KelasB
Switch(config-vlan)#int fa0/1
Switch(config-if)#switchport access vlan 30
Switch(config-if)#int fa0/2
Switch(config-if)#switchport access vlan 30
Switch(config-if)#int fa0/3
Switch(config-if)#switchport access vlan 30
Switch(config-if)#int fa0/4
Switch(config-if)#switchport access vlan 90
Switch(config-if)#int fa0/5
Switch(config-if)#switchport access vlan 90
Switch(config-if)#

3. Setting IP Address Masing-masing PC. Caranya, Klik PC > Pindah Ke Tab Desktop > Pilih IP Configuration. Isikan Parameter sesuaikan dengan Gambar berikut:
#PC0


 #PC1

#PC2

#PC3

#PC4

4. Jika sudah selesai, Keluar dari konfigurasi.

5. PENGUJIAN
a. Pengujian VLAN. disini akan melihat vlan yang aktif pada switch dengan cara memasukkan perintah > show vlan, pada switch mode CLI.


b. Ping antar PC di Vlan 30 (KelasA)

ket:
- Successful dari PC0 ke PC1
- Successful dari PC0 ke PC2
- Successful dari PC1 ke PC2

c. Ping antar PC di Vlan 90 (KelasB)

ket:
- Successful dari PC3 ke PC4

d. Ping antara PC di Vlan 30 (KelasA) dengan PC di Vlan 90 (KelasB)

 ket:
- Failed dari PC0 ke PC3
- Failed dari PC1 ke PC4
- Failed dari PC2 ke PC3

Static Route

Kali ini saya akan membahas sedikit tentang salah satu metode routing yaitu routing static. Static route merupakan penambahan jalur routing secara manual oleh Administrator jaringan. Jadi yang menentukan jalur routing di dalam jaringan, berada ditangan Administrator jaringan. Routing static ini digunakan untuk jaringan sekala kecil, karena akan menyulitkan administrator konfigurasi routing jika skala jaringannya besar. Untuk melakukan routing static ini, harus mengetahui masing-masing network yang ada di router lain. Routing jenis ini, lebih diprioritaskan daripada routing jenis lain karena memiliki distance anatara 0 dan 1.


Topologi
Buatlah topologi seperti dibawah ini.

Dari gambar diatas, semua berstatus down/status kabel merah, karena secara default interface Cisco router berstatus down semua, jadi kita harus mengaktifkannya satu persatu.


Konfigurasi
Konfigurasikan ip disetiap router sesuai dengan topologi.

R1
R1(config)#interface fa0/0
R1(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0
R1(config-if)#no shutdown
R1(config-if)#exit
R1(config)#interface se0/0/0
R1(config-if)#ip address 10.22.33.1 255.255.255.252
R1(config-if)#no shutdown

R2
R2(config)#interface se0/0/0
R2(config-if)#ip address 10.22.33.2 255.255.255.252
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#interface fa0/0
R2(config-if)#ip address 10.20.20.1 255.255.255.0
R2(config-if)#no shutdown
R2(config-if)#interface se0/0/1
R2(config-if)#ip address 10.22.33.5 255.255.255.252
R2(config-if)#no shutdown


R3
R3(config)#interface se0/0/0
R3(config-if)#ip address 10.22.33.6 255.255.255.252
R3(config-if)#no shutdown
R3(config-if)#interface fa0/0
R3(config-if)#ip address 10.30.30.1 255.255.255.0
R3(config-if)#no shutdown

Konfigurasikan PC sesuai topologi diatas
PC0
ip : 10.10.10.2
netmask : 255.255.255.0
gateway : 10.10.10.1
PC1
ip : 10.20.20.2
netmask : 255.255.255.0
gateway : 10.20.20.1
PC2
ip : 10.30.30.2
netmask : 255.255.255.0
gateway : 10.30.30.1


Jika konfigurasi benar, maka kabel akan berubah status menjadi up.

Dari topologi diatas, coba ping antara PC0 ke PC 1, apakah bisa?
Pasti belum bisa, karena belum ada jalur yang menunjukan jaringan PC1 ke jaringan PC0. disinilah fungsi routing. dengan routing, berarti kita menambah informasi dari jaringan lain yang sebelumnya belum diketahui.

Untuk melakukan routing lakukan ketentuan berikut :
Router(config)#ip route <network tujuan> <subnetmask network tujuan> <ip router next-hop>
Konfigurasi routing static di R1
R1(config)#ip route 10.20.20.0 255.255.255.0 10.22.33.2
R1(config)#ip route 10.22.33.4 255.255.255.252 10.22.33.2
R1(config)#ip route 10.30.30.0 255.255.255.0 10.22.33.2

Konfigurasi routing static di R2
R2(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 10.22.33.1
R2(config)#ip route 10.30.30.0 255.255.255.0 10.22.33.6
Konfiguarsi routing static di R3
R3(config)#ip route 10.20.20.0 255.255.255.0 10.22.33.5
R3(config)#ip route 10.22.33.0 255.255.255.252 10.22.33.5
R3(config)#ip route 10.10.10.0 255.255.255.0 10.22.33.5
Verifikasi
Lihat status route masing-masing router.
R1
R1(config)#do show ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/8 is variably subnetted, 5 subnets, 2 masks
C 10.10.10.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
S 10.20.20.0/24 [1/0] via 10.22.33.2
C 10.22.33.0/30 is directly connected, Serial0/0/0
S 10.22.33.4/30 [1/0] via 10.22.33.2
S 10.30.30.0/24 [1/0] via 10.22.33.2

R1(config)#
R2
R2(config)#do show ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route

Gateway of last resort is not set

10.0.0.0/8 is variably subnetted, 5 subnets, 2 masks
S 10.10.10.0/24 [1/0] via 10.22.33.1
C 10.20.20.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
C 10.22.33.0/30 is directly connected, Serial0/0/0
C 10.22.33.4/30 is directly connected, Serial0/0/1
S 10.30.30.0/24 [1/0] via 10.22.33.6

R2(config)#
R3
 R3(config)#do show ip route
Codes: C - connected, S - static, I - IGRP, R - RIP, M - mobile, B - BGP
D - EIGRP, EX - EIGRP external, O - OSPF, IA - OSPF inter area
N1 - OSPF NSSA external type 1, N2 - OSPF NSSA external type 2
E1 - OSPF external type 1, E2 - OSPF external type 2, E - EGP
i - IS-IS, L1 - IS-IS level-1, L2 - IS-IS level-2, ia - IS-IS inter area
* - candidate default, U - per-user static route, o - ODR
P - periodic downloaded static route
Gateway of last resort is not set
10.0.0.0/8 is variably subnetted, 5 subnets, 2 masks
S 10.10.10.0/24 [1/0] via 10.22.33.5
S 10.20.20.0/24 [1/0] via 10.22.33.5
S 10.22.33.0/30 [1/0] via 10.22.33.5
C 10.22.33.4/30 is directly connected, Serial0/0/0
C 10.30.30.0/24 is directly connected, FastEthernet0/0
R3(config)#
Lihat status routing dari masing-masing data. ada yang menunjukkan status C dan S. untuk status C ditujukan untuk routing secara connected/routing yang otomatis ada ketika jaringan dihubungkan ke router. Sedangkan untuk status S ditujukan untuk routing yang ditambah secara static oleh Administrator jaringan.

Pengecekan melalui Ping.
Coba ping antara PC 0 ke PC1, PC1 ke PC2, PC0 ke PC2. Jika sesuai prosedure diatas, semuanya akan berstatus replay.
Pertanyaan:
Kenapa setelah dikonfigurasi routng secara static, antar PC0 ke PC1 dan PC2 bisa saling terhubung?

Remote Router Menggunakan SSH

Materi kali ini tentang remote router menggunakan ssh. untuk mengakses router sebenarnya ada beberapa cara, tetapi kenapa harus pakai ssh? kalo menurutku sih karena ssh tidak butuh resource besar sepertihalnya memakai memakai kable console, lebih lagi ssh lebih aman daripada telnet yang memiliki tampilan yang serupa. Oke langsung saj tutorialnya.


1. Kita buat sederhana saja, buat topologi yang terdiri dari 1 router dan 1 Laptop dan hubungkan keduanya dengan kabel Crossover.


2. Setting ip address pada masing-masing perangkat sesuai dengan topologi diatas.
Router
# Masuk ke mode Global Configuration
 Router>enable
Router#config terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.
Router(config)#
# Konfigurasi Ip address di Router
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#ip address 10.10.10.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no shut
Laptop
# Konfigurasi Ip address di Laptop
 Klik Laptop >> Pindah ke menu Desktop >> Pilih menu Ip Configuratio >> Isikan ip Address dan Netmask >> Kalau seudah tinggal di Close. 
# Cek Koneksi antara Laptop dan Router. pastikan terhubung dengan baik.
 PC>ping 10.10.10.1
Pinging 10.10.10.1 with 32 bytes of data:
Reply from 10.10.10.1: bytes=32 time=0ms TTL=255
Reply from 10.10.10.1: bytes=32 time=0ms TTL=255
Reply from 10.10.10.1: bytes=32 time=0ms TTL=255
Reply from 10.10.10.1: bytes=32 time=1ms TTL=255 

3. Konfigurasi Router untuk menjalankan service ssh.
# konfigurasi hostname router

 Router(config)#hostname R1
# Konfigurasi domain-name Router
 R1(config)#ip domain-name sheha.me
# Konfigurasikan nama pengguna dan password untuk akses ssh
 R1(config)#username sheha secret kuncissh 
#Konfigurasi transport input ssh di line vty
 R1(config)#line vty 0 4
R1(config-line)#transport input ssh
R1(config-line)#login local
R1(config-line)#exit 
# Generate crypto rsa key 1024
 R1(config)#crypto key generate rsa
The name for the keys will be: R1.sheha.me
Choose the size of the key modulus in the range of 360 to 2048 for your
General Purpose Keys. Choosing a key modulus greater than 512 may take
a few minutes.
How many bits in the modulus [512]: 1024
% Generating 1024 bit RSA keys, keys will be non-exportable...[OK]
R1(config)#exi
*Mar 1 0:31:5.778: %SSH-5-ENABLED: SSH 1.99 has been enabled
R1(config)#exit 
4. Uji service SSH Router dengan membuka command promt pada Laptop dan masukkan perintah berikut:
 PC>ssh -l sheha 10.10.10.1
Open
Password:


R1> 
 Jika muncul perintah masukkan password, isikan sesuai dengan password yang sudah di buat tadi. Jika berhasil, berarti kita bisa meremote router menggunakan ssh.

Ingat! SSH memerlukan IP untuk mengaksesnya, jadi jangan lupa setting ip terlebih dahulu. karena memerlukan ip, router yang baru ataupun baru diriset belum bisa menggunakan ssh untuk meremotenya. Jadi jika ingin menggunakan ssh untuk meremote router, harus disetting terlebih dahulu routernya.

Senin, 26 Juli 2021

BAB IV Teknologi Komunikasi Data dan Suara ( Teknologi Komunikasi Data )

Pengertian Teknologi Komunikasi Data
Teknologi Komunikasi Data merupakan proses pengiriman informasi (data) yang telah diubah dalam suatu kode tertentu yang telah disepakati melalui sebuah media transmis dari pengirim (sender) ke penerima (receiver).
A. Jenis-Jenis Komunikasi Data
Contoh teknologi komunikasi data, yaitu :
a) Telegraf adalah sistem telekomunikasi yang menggunakan peralatan listik untuk mengirimkan dan menerima sinyal sesuai dengan kode dalam bentuk pulsa listrik dengan mengunakan kabel-kabel tembaga dari jarak jauh.
b) Faksimile berasal dari kata facsimile yang artinya menyalin sama persis dengan aslinya, Mesin faks merupakan peralatan telekomunikiasi yang digunakan untuk mengirimkan tulisan dan gambar melalui kabel telepon, Mesin faks menyalin dokumen yang ingin dikirimkan, kemudian mengirimkan dokumen tersebut ke nomor faks yang ingin dituju.
c) Pager sebenarnya hanya untuk memanggil saja atau memberikan instruksi satu arah saja atau tidak interaktif. Infromasi yang akan disampaikan direkam oleh operator dan ditransformasikan dalam bentuk tulisan kemudian disampaikan ke mesin pager.
d) Jaringan Komputer (Email, Website, Media Sosial, dll) Komunikasi ini menggunakan media internet dalam berkomunikasi.
B. Tujuan Komunikasi Data
Tujuan dari komunikasi data, antara lain :
a) Memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar efesien, tanpa kesalahan dan ekonomis dari suatu tempat ke tempat yang lain.
b) Memungkinkan penggunaan sistem komputer dan peralatan pendukung dari jarak jauh (remote computer use).
c) Memungkinkan penggunaan komputer secara terpusat maupun secara tersebar sehingga mendukung manajemen dalam hal kontrol, baik desentralisasi maupun sentralisasi.
d) Mempermudah kemungkinan pengelolaan dan pengaturan data yang ada dalam berbagai macam sistem komputer.
C. Cara Menjaga Data dalam Sistem Komunikasi Data
1. Pastikan media transmisi tidak rusak
2. Pastikan Alamat IP yang mau dikirim benar
3. Lindungi kabel-kabel dari binatang perusak
4. Letakan kabel-kabel ditempat yang aman
5. Selalu rutin scan virus. Recomendasi sehari 2x
6. HDD yang digunakan tidak boleh Bad sector
7. Agar lebih baik, HDD yang digunakan tidak dicampur dengan game ini membuat file menjadi lemot.
D. Hambatan Ketika Melakukan Komunikasi Data
Hambatan dalam melakukan komunikasi data, antara lain :
a) Hambatan yang bersifat teknis, yaitu pesan tidak dapat utuh diterima receiver.
b) Hambatan bahasa, yaitu pesan yang kita kirimkan tidak dapat ditafsirkan secara sempurna oleh receiver.
c) Hambatan bola salju, yaitu pesan semakin lama semakin membesar.

BAB IV Teknologi Komunikasi Data dan Suara ( Teknologi Komunikasi Suara )

Pengertian Teknologi Komunikasi Suara
Teknologi Komunikasi Suara merupakan jenis komunikasi yang paling umum digunakan berupa informasi yang disampaikan melalui perantara suara untuk didengarkan.
A. Jenis Komunikasi Suara
Jenis-jenis komunikasi suara, antara lain :
a) Komunikasi siaran radio / radio broadcasting
Informasi dipancarkan ke segala arah dan siapapun diperbolehkan menerima informasi tersebut. Dan informasi yang dikirimkan bersifat umum. Contoh : Radio.
b) Komunikasi radio amatir
Informasi dipancarkan kesegala arah tetapi jumlah pengirim dan penerima informasi terbatas pada mereka yang mempunyai izin beroperasi. Informasi bersifat pribadi. Contoh : ORARI.
c) Komunikasi radio 2 arah
Informasi terbatas pada pengirim dan penerima yang beroperasi dengan saluran / frequensi / gelombang yang sama dan jarak jangkauannya terbatas sehingga sifat pribadinya dapat terjaga. Contoh : Handy-talky.
d) Komunikasi radio antar penduduk / citizen band
Hubungan komunikasi bersifat pribadi, jangkauannya terbatas dan kerahasiaan tidak terjamin karena semua pesawat penerima sistem komunikasi dapat menerima informasi yang disampaikan. Contoh : RAPI, Intercom.
e) Komunikasi radio panggil / paging system
Digunakan untuk memanggil penerima yang merupakan pelanggan dari pengirim, jarak jangkauannya terbatas. Contoh : Pager f. Komunikasi telpon Bersifat pribadi murni / niaga, jumlah informasi yang disampaikan tidak terbatas, kerahasian terjaga, jarak jangkauannya paling luas. Menggunakan manajemen pertukaran. Contoh : Telephone dial.
f) Komunikasi telepon
Bersifat pribadi murni / niaga, jumlah informasi yang disampaikan tidak terbatas, kerahasian terjaga, jarak jangkauannya paling luas. Contoh : Handphone.
B. Hambatan dalam Melakukan Komunikasi Suara
Hambatan dalam melakukan komunikasi suara, antara lain :
a) Suara yang tidak dapat diterima dengan baik karena pengaruh sinyal.
b) Suara menjadi berbeda.
C. Ciri – Ciri Komunikasi Suara
1. Hanya bisa ditangkap oleh indra pendengar
2. Bersifat verbal (langsung)
3. Tidak adanya visualisasi
4. Adanya media penghantar suara
5. Dapat dilakukan hanya pada jarak tertentu
6. Dapat dimengerti
7. Memiliki frekuensi
8. Digunakan untuk menyampaikan informasi
9. Informasi yang dikirim dapat diterima
D. Syarat Komunikasi Suara
1. Pengirim (Tranceiver)
Pihak yang mengirimkan informasi, misalnya pesawat telepon, telex, terminal, dan lain-lain. Tugasnya adalah membangkitkan berita atau informasi dan menempatkannya pada media transmisi.
2. Media Transmisi
Media yang digunakan untuk menyalurkan (mengirimkan) ketempat tujuan (penerima), misalnya saluran fisik (kabel), udara dan cahaya.
3. Penerima (Receiver)
Pihak yang menerima informasi, misalnya pesawat telepon, telex, terminal, dan lain-lain. Tugasnya adalah menerima berita atau informasi yang dikirimkan oleh pengirim berita.