IKLAN

Online Based Media Learning SMK Darul Ma'wa Plumpang

Sabtu, 10 Januari 2026

OPTICAL TRANSPORT NETWORK DAN FTTx

Optical Transport Network
Optical Transport Network atau OTN adalah suatu sistem transmisi antar node dengan menggunakan jaringan kabel serat optik. OTN ini diaplikasikan pada layer jaringan longhaul/backbone, metro core dan metro access.

Perkembangan teknologi OTN adalah sebagai berikut ;
a. Generasi-1 : TDM-PDH over optic
b. Generasi-2 : TDM-SDH over optic
c. Generasi-3 : SDH over xWDM'
d. Generasi-4 : ATM / IP over xWDM
Pada generasi ke-1 dan generasi ke-2, panjang gelombang yang merambat pada serat optik hanya satu panjang gelombang atau juga disebut dengan single wavelength.
Output dari multiplexer elektrik dihubungkan dengan Transmiter Optik, dan sinyal output dari Multiplexer akan dirubah menjadi sinyal optik, demikian sebaliknya pada ` penerima sinyal optik aakan dirubah menjadi sinyal elektrik yang kemudian diproses oleh demultiplexer.

Saat ini yang generasi teknologi OTN 1 sampai dengan 3, sudah diinggalkan WDM atau Wavelength Divison Multiplexer adalah penggabungan beberapa sinyal optik yang panjang gelombangnya (λ) berbeda beda menjadi satu berkas cahaya atau satu sinyal optik dan penguraian satu berkas sinyal cahaya menjadi beberapa sinyal optik yang penjag gelombangnya berbeda beda.

WDM dibedakan menjadi dua jenis yaitu
  1. CWDM atau Coarse Wavelength Division Multiplexer, teknologi yang diimplementasikan pada Jaringan Metro.menggunakan panjang gelombang S dan C band.
  2. DWDM atau Dense Wavelength Divison Multiplexer, teknologi yang diimplemntasikan pada jaringan Longhaul atau Jaringan Backbone, menggunakan panjang gelombang L-band

Prinsip kerja WDM adalah sebagai berikut
  1. Dalam satu band panjang gelombang dibagi menjadi beberapa panjang gelombang dengan dibatasi (space),pada frekwensi tertentu
  2. Maka akan dalam satu band panjang gelombang terdapat beberapa panjang gelombang yang berbeda beda dengan space yang tetap.
  3. Setiap panjang gelombang tertentu akan dipancarkan oleh setiap transponder,
  4. Berapa panjang gelombang yang dipancarkan oleh transponder, digabung oleh Optical Muliplexer.
  5. Output dari Multiplexer yang berupa satu berkas sinyal optik (λ1 + λ2 + λ3+...λn) dirambatkan pada serat optik.
Pada jaringan WDM, karena jaraknya antar node cukup jauh maka akan dilengkapi dengan;
a. Optical Amplifier (OpAmp) ; untuk menguatkan dan memperbaiki sinyal optik
b. Dispesion Compensation Fiber (DCF) ; untuk meminimalisir dispersion pada serat optik

Keistimewaan teknologi WDM;

  1. Penghematan penggunaan sumber daya core optik, terutama jaringan kabel optik yang hanya memiliki kapasitas core yang kecil.
  2. Kemampuan penyaluran transport network yang sangat tinggi, sehingga mampu menekan biaya investasi dan pemeliharaan perangkat.
  3. Transparansi format dan bit rate (tidak merubah format/bit rate, hanya menyalurkan) sehingga penyaluran data, gambar dan suara tetap menggunakan jaringan transport yang umum.

0 comments:

Posting Komentar

SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR YANG BAIK