- CWDM atau Coarse Wavelength Division Multiplexer, teknologi yang diimplementasikan pada Jaringan Metro.menggunakan panjang gelombang S dan C band.
- DWDM atau Dense Wavelength Divison Multiplexer, teknologi yang diimplemntasikan pada jaringan Longhaul atau Jaringan Backbone, menggunakan panjang gelombang L-band
- Dalam satu band panjang gelombang dibagi menjadi beberapa panjang gelombang dengan dibatasi (space),pada frekwensi tertentu
- Maka akan dalam satu band panjang gelombang terdapat beberapa panjang gelombang yang berbeda beda dengan space yang tetap.
- Setiap panjang gelombang tertentu akan dipancarkan oleh setiap transponder,
- Berapa panjang gelombang yang dipancarkan oleh transponder, digabung oleh Optical Muliplexer.
- Output dari Multiplexer yang berupa satu berkas sinyal optik (λ1 + λ2 + λ3+...λn) dirambatkan pada serat optik.
- Penghematan penggunaan sumber daya core optik, terutama jaringan kabel optik yang hanya memiliki kapasitas core yang kecil.
- Kemampuan penyaluran transport network yang sangat tinggi, sehingga mampu menekan biaya investasi dan pemeliharaan perangkat.
- Transparansi format dan bit rate (tidak merubah format/bit rate, hanya menyalurkan) sehingga penyaluran data, gambar dan suara tetap menggunakan jaringan transport yang umum.
- Mempunyai redaman atau loss yang sangat tinggi bila digunakan untuk menyalurkan sinyal informasi dengan kecepatan tinggi atau bandwidth yang besar.
- Tidak dapat mentransmisikan sinyal frekwensi tinggi atau sinyal informasi kecepatan tinggi (broadband). Sedangkan saat ini informasi yang ditransmisikan bersifat Multimedia dengan broadband.
- Panjang sangat terbatas karena sifat elektrik yang mempengaruhi sinyal informasi, dan gangguan dari lingkungan luar (noise), untuk kabel diameter 0,6 mm panjan maksimum adalah 8-10 km.
- Tidak ada fitur layanan. Dari kelemahan diatas maka saat ini dunia telekomunikasi yang mengarah ke layanan multimedia dan berpita lebar (broadband) perlu jaringan akses yang dapat mentransmisikan atau menyalurkan bandwidth atau bitrate yang sangat tinggi sekali.
- Serat Optik dapat membawa sinyal informasi dengan kecepatan yang sangat tinggi ke CPE pelanggan, sehingga sangat cocok untuk layanan multimedia broadband.
- Serat optik mempunyai kapasitas saluran pelanggan yang sangat besar, karena satu serat optik bisa untuk beberapa pelanggan dengan dimensi yang relatif kecil sehingga lebih murah dalam instalasi dan operasi
- Jangkauan jarak atau panjang serat optik untuk menyalurkan sinyal informasi berpita lebar bukan masalah.
- Kualitas sangat tinggi karena tidak ada gangguan berasal dari elektrikal.
- Fitur layanan dengan sistem distribusi dan proteksi sehingga kemudahan (flexibility) dan tingkat ketersediaan (availibility) layanan sangat tinggi.
Struktur FTTx adalah sebagai berikut ;
Pengertian Epon dan Gpon
Perkembangan teknologi di era digital yang semakin pesat menghasilkan sebuah revolusi dalam industri telekomunikasi. Salah satu teknologi yang menjadi cikal bakalnya adalah teknologi Optical Fiber. Dalam pengaplikasiannya, teknologi Optical Fiber dibagi menjadi dua jenis, yaitu Epon (Ethernet Passive Optical Network) dan Gpon (Gigabit Passive Optical Network). Keduanya memiliki perbedaan pada beberapa aspek serta kelebihan dan kekurangan masing-masing.
- Epon adalah teknologi yang dikembangkan oleh IEEE 802.3ah, dimana sinyal data dikirimkan melalui serat optik dengan menggunakan teknologi Ethernet sebagai protokol pengiriman data.
- Gpon merupakan teknologi transmisi oleh serat optik yang mampu mentransmisikan data hingga kecepatan gigabit per detik (Gbps) pada jarak transmisi yang jauh, bahkan hingga 20 km.
- Keduanya sama-sama bersifat pasif karena tidak memerlukan catu daya untuk mengirimkan sinyal data melalui optical fiber.
| Epon | Gpon | |
|---|---|---|
| Kecepatan Data | Sampai dengan 1,25 Gbps | Sampai dengan 2,5 Gbps |
| Jangkauan Transmisi | Sampai dengan 20 km | Sampai dengan 60 km |
| Protokol Transmisi | 802.3ah Ethernet | ITU-T G.984 |
| Pemisahan Sinyal | Memakai splitter sederhana | Memakai splitter kompleks |
Sekarang, kita dapat memahami bahwa Epon dan Gpon memiliki kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing. Dalam pemilihan teknologi yang akan digunakan, hendaknya dipertimbangkan beberapa aspek seperti kecepatan transmisi, jangkauan transmisi, instalasi, dan biaya. Oleh karena itu, pemilihan teknologi yang tepat dapat mempengaruhi performa jaringan dan biaya pengoperasian secara keseluruhan.
Arsitektur Jaringan Epon dan Gpon
Jaringan optik adalah salah satu teknologi tercepat dan terkuat yang ada saat ini. Ada dua jenis jaringan optik, yakni Epon (Ethernet Passive Optical Network) dan Gpon (Gigabit Passive Optical Network). Keduanya sama-sama mengandalkan serat optik sebagai media untuk mengirimkan informasi data.
- EponEpon adalah teknologi jaringan optik yang menggunakan Ethernet untuk mengirimkan data melalui serat optik. Arsitektur jaringan Epon tidak memerlukan alat penerima canggih, melainkan menggunakan perangkat ONT (Optical Network Terminal) sebagai penerima data. ONT bertindak sebagai media converters, yaitu mengubah data optik menjadi data elektronik agar dapat digunakan oleh perangkat komputer atau perangkat lainnya. Epon cenderung lebih murah dan dianggap sebagai teknologi yang cocok untuk area yang lebih kecil seperti gedung perkantoran atau kampus kecil.
- GponGpon adalah teknologi jaringan optik yang mengirimkan data melalui serat optik tanpa menggunakan Ethernet. Gpon menggunakan arsitektur yang lebih rumit dan memerlukan alat penerima yang lebih mahal, yakni ONT yang dilengkapi antarmuka GPON. ONT pada jaringan Gpon juga dapat digunakan untuk mengirimkan sinyal televisi dan layanan lainnya. Meskipun biayanya lebih mahal, jaringan Gpon cocok digunakan pada area yang lebih besar, seperti kota atau wilayah yang lebih luas.
Dalam hal kecepatan, Epon dan Gpon menghasilkan kecepatan transfer yang sama, yakni hingga 1 Gbps. Namun, jaringan Gpon memberikan keuntungan yang lebih besar dalam hal jangkauan. Dengan menggunakan teknologi WDM (Wavelength Division Multiplexing), jarak penyebaran data pada jaringan Gpon mencapai 20 kilometer dari pusat jaringan.
Dalam memilih teknologi jaringan optik yang tepat, perlu diperhatikan faktor-faktor seperti lingkungan geografis, jumlah pengguna, dan jenis layanan yang ditawarkan. Apapun pilihan yang diambil, jaringan optik akan memberikan layanan yang cepat dan andal bagi pengguna yang membutuhkan kecepatan transfer data yang tinggi.
| Epon | Gpon | |
|---|---|---|
| Jangkauan Data | Maksimal 20 km | Maksimal 60 km |
| Kecepatan Transfer | Hingga 1 Gbps | Hingga 1 Gbps |
| Biaya | Lebih murah | Lebih mahal |
Dalam kesimpulan, jaringan optik Epon dan Gpon masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dalam memilih teknologi jaringan yang tepat. Selain itu, faktor geografis dan kebutuhan pribadi juga mempengaruhi pilihan teknologi jaringan optik yang cocok.
Kecepatan Internet Epon dan Gpon
Kecepatan internet adalah salah satu faktor penting dalam memilih jenis koneksi internet. Baik Epon maupun Gpon memiliki keunggulan masing-masing dalam hal kecepatan internet.
- Epon memiliki kecepatan internet hingga 1 Gbps, yang bisa digunakan secara simetris atau asimetris. Artinya, kecepatan download dan upload sama atau tidak sama tergantung kebutuhan pengguna.
- Gpon memiliki kecepatan internet lebih tinggi dari Epon, bisa mencapai 10 Gbps. Namun, kecepatan tersebut bersifat simetris, artinya kecepatan download dan upload sama besar.
- Dalam hal kecepatan internet, Gpon jelas lebih unggul dibanding Epon. Namun, untuk kebutuhan rumah tangga atau komersial kecil, kecepatan Epon sudah cukup memadai.
Perbedaan Jangkauan Epon dan Gpon
Jangkauan koneksi internet adalah hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih antara Epon dan Gpon.
Epon memiliki jangkauan hingga 20 km, yang biasanya digunakan untuk koneksi internet di daerah perkotaan atau pinggiran kota. Sedangkan, Gpon memiliki jangkauan lebih jauh hingga 60 km, sehingga lebih cocok untuk daerah pedesaan yang kebutuhan jaringan internetnya lebih terbatas.
Keandalan Jaringan Epon dan Gpon
Keandalan jaringan internet juga merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam memilih antara Epon dan Gpon.
Epon memiliki tingkat keandalan yang cukup baik dalam koneksi internet. Namun, jika dibandingkan dengan Gpon, keandalan Epon masih kalah.
| Epon | Gpon | |
|---|---|---|
| Keandalan | Cukup baik | Baik |
Perbedaan keandalan ini disebabkan karena teknologi Gpon memiliki sistem proteksi yang lebih baik dibandingkan Epon, sehingga lebih tahan terhadap gangguan.
Biaya Pemasangan Epon dan Gpon
Perbedaan antara Epon dan Gpon cukup signifikan dalam hal biaya pemasangan. Biaya pemasangan dapat menjadi faktor penting dalam memilih sistem yang tepat untuk bisnis Anda.
- Biaya Pemasangan Epon – Pada sistem Epon, biaya pemasangan melibatkan instalasi peralatan pemancar dan penerima cahaya di gedung pelanggan, serta kabel serat optik yang menghubungkan peralatan ini ke pusat jaringan. Biaya pemasangan Epon bisa sangat mahal, tergantung pada jumlah pelanggan dan infrastruktur yang diperlukan, bisa mencapai puluhan juta.
- Biaya Pemasangan Gpon – Pada sistem Gpon, biaya pemasangan bisa lebih rendah karena infrastruktur yang dibutuhkan lebih sedikit dan kabel serat optik dapat dibagi dengan lebih banyak pelanggan. Biaya pemasangan Gpon bisa mulai dari beberapa juta saja.
Jadi, jika Anda mencari alternatif yang memungkinkan Anda menghemat biaya pemasangan, Gpon mungkin menjadi pilihan yang lebih baik.
Namun, selain biaya pemasangan juga penting untuk mempertimbangkan biaya jangka panjang dan kebutuhan bisnis Anda. Pastikan untuk mengajukan pertanyaan dan memahami pilihan yang tersedia sebelum memutuskan sistem mana yang akan digunakan.
| Faktor | Biaya Pemasangan Epon | Biaya Pemasangan Gpon |
|---|---|---|
| Jumlah pelanggan | Mahal | Murah |
| Infrastruktur yang dibutuhkan | Banyak | Sedikit |
| Kabel Serat Optik | Tidak dapat dibagi dengan pelanggan lain | Dapat dibagi dengan pelanggan lain |
Dalam rangka memilih sistem yang tepat bagi bisnis Anda, pastikan untuk mengevaluasi ketersediaan jasa penyedia jaringan, anggaran, dan kebutuhan bisnis Anda secara keseluruhan.
Kelebihan dan Kekurangan Epon dan Gpon
Perbedaan antara Epon dan Gpon menjadi perbincangan yang hangat dalam pengembangan jaringan telekomunikasi. Perbedaan teknologi ini menjadi perhatian banyak pihak karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
- Epon (Ethernet Passive Optical Network)
- Kelebihan:
- Teknologi ini mampu menyediakan kecepatan internet yang lebih tinggi dibandingkan dengan ADSL dan kabel modem.
- Perangkat yang digunakan lebih murah dan tersedia di pasaran.
- Lebih mudah dalam melakukan migrasi ke teknologi baru.
- Kekurangan:
- Jaringan Epon tidak bisa menjangkau area yang luas.
- Tidak dapat melakukan koreksi kesalahan seperti teknologi Gpon.
- Tidak cocok untuk digunakan pada lingkungan yang sama-sama pentingnya seperti rumah sakit, sekolah, dan pusat pemerintahan
- Gpon (Gigabit Passive Optical Network)
- Kelebihan:
- Dapat menjangkau area yang lebih luas.
- Mampu melakukan koreksi kesalahan pada transmisi data.
- Dapat membagi bandwidth jaringan dengan adil antara pengguna.
- Kekurangan:
- Perangkat yang digunakan untuk teknologi Gpon relatif lebih mahal.
- Lebih sulit melakukan migrasi ke sebuah teknologi baru.
- Memperkenalkan delay atau jeda waktu saat melakukan transmisi data.
Jadi, ketika Anda ingin memilih teknologi yang tepat untuk jaringan Anda, Anda perlu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan dari setiap teknologi dengan cermat. Hal ini akan membantu Anda dalam memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
FTTH dapat didefinisikan sebagai arsitektur jaringan optik mulai dari sentral office (STO) hingga ke perangkat pelanggan. FTTH sama hal seperti pada jaringan akses tembaga dimana terdapat segmen – segmen catuan, pada jaringanFTTH terdapat Catuan Kabel Feeder, Catuan Kabel Distribusi, Catuan Kabel Drop dan Catuan kabel Indoor dan peraqngkat aktif seperti OLT dan ONU/ONT seperti pada gambar dibawah ini:
Cara kerja spliiter seperti pada gambar dbawah ini
Semakin banyak port output spilitter maka semakin besar Loss setiap outputnya. Untuk jarak jauh maka digunakan kapasitas spiltter yang sedikit sedangkan untuk jarak dekat dapat digunakan splitter kapasitas besar.
Passive splitter atau splitter merupakan optical fiber coupler sederhana yang membagi sinyal optik menjadi beberapa path (multiple path) atau sinyal-sinyal kombinasi dalam satu jalur.
Selain itu splitter juga dapat berfungsi untuk merutekan dan mengkombinasikan berbagai sinyal optik. Alat ini sedikitnya terdiri dari 2 port dan bisa lebih hingga mencapai 32 port.
Berdasarkan ITU G.983.1 BPON Standard direkomendasikan agar sinyal dapat dibagi untuk 32 pelanggan, namun rasio meningkat menjadi 64 pelanggan berdasarkan ITU-T G.984 GPON Standard. Hal ini berpengaruh terhadap redaman sistem, seperti pada tabel dibawah ini.
|
Jenis Splitter |
Loss |
|
1 : 2 |
2,8 - 4
dB |
|
1 : 4 |
5,8 - 7,5
dB |
|
1 : 8 |
8,8 - 11
dB |
|
1 : 16 |
10,7 - 14,4
dB |
|
1 : 32 |
14,6 - 18
dB |
Optical Distribution Point (ODP)
Instalasi atau terminasi yang bagus dari serat adalah persyaratan utama untuk menjamin kemampuan transmisi pada kabel serat optik. Syarat utama ODP adalah :
1. ODP dapat diubah tanpa mengganggu kabel yang sudah terpasang dengan cara melebihkan kabel serat optik beberapa meter.
2. Setiap ODP harus punya ruangan untuk memuat splitter.DP harus memiliki akses dari sisi depan.
3. Setiap ODP harus memiliki penutup depan untuk melindungi orang dari cahaya laser yang langsung keluar dari ujung serat optik
4. ODP harus mempunyai ruang untuk memuat dan memandu tray, reel dan holder kabel serat optik.
Optical Network Termination (ONT)
ONT menyediakan interface antara jaringan optik dengan pelanggan. Sinyal optik yang ditransmisikan melalui ODN diubah oleh ONT menjadi sinyal elektrik yang diperlukan untuk service pelanggan.






0 comments:
Posting Komentar
SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR YANG BAIK