IKLAN

Online Based Media Learning SMK Darul Ma'wa Plumpang

Konfigurasi Mikrotik Menggunakan Virtual Box

Langkah-Langkah konfigurasi Mikrotik :

Sistem Keamanan Jaringan Komputer

Keamanan jaringan adalah suatu cara atau suatu system yang digunakan untuk memberikan proteksi atau perlindungan pada suatu jaringan agar terhindar dari berbagai ancaman luar yang mampu merusak jaringan.

Setting VPN Menggunakan Paket Tracer

VPN adalah singkatan dari “Virtual Private Network”, merupakan suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lain secara pribadi melalui jaringan Internet (publik).

Softswitch

Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap;(PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini..

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone Menggunakan 2 Router..

Minggu, 25 Januari 2026

Menghubungkan IP Phone dengan Analog Phone

Kali ini kita akan belajar bagaimana cara mengkonfigurasi VOIP pada Cisco Packet Tracer, namun sebelum saya lanjutkan, saya akan memberi sedikit penjelasan tentang apa itu VOIP. VOIP {Voice over Internet Protocol} adalah teknologi yang memungkinkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet.

VoIP atau Voice over Internet Protocol adalah sebuah metode dan gabungan dari beberapa penggunaan perangkat teknologi untuk mentransfer data suara dan data multimedia lain melalui jaringan internet. Istilah lain yang mewakili VoIP antara lain Telepon IP, Telepon Internet, Voice over Broadband  (VoBB), Telepon Broadband, IP communications, dan Broadband Phone. Voice over Internet Protocol adalah teknologi yang memungkinkkan percakapan suara jarak jauh melalui media internet. Data suara diubah menjadi kode digital dan dialirkan melalui jaringan yang mengirimkan paket-paket data, dan bukan lewat sirkuit analog telepon biasa.

Topology
Perangkat

1 Router 2811 
1 Switch 2950-24
2 IP Phone
1 Home VoIP
1 Analog Phone

Baiklah langsung saja, berikut adalah langkah-langkah untuk mengkonfigurasi VLAN :

1. Pertama kita akan mensetting IP dari router yang akan kita gunakan untuk VOIP kali ini
2. Selanjutnya kita akan membuat dhcp pool pada router yang nantinya akan diberikan ke ip phone kita
Keterangan :

  • pool 'voip' merupakan nama dari pool ip atau daftar ip yang nantinya akan diberikan ke ip phone, untuk nama voip dapat diubah sesuai selera
  • network merupakan network dari dhcp pool kita
  • default router kita isi ip router kita
  • option disini digunakan untuk mendeklarasi kan ip untuk tftp server, isi dengan ip router
  • ip dhcp excluded-address merupakan ip yang nantinya tidak akan diberikan ke ip phone
3. Selanjutnya konfigurasi telephony-service
  Router(config-telephony)#ex

Keterangan :

  • ip source-address adalah ip dari router kita dengan port 2000
  • max-ephones adalah jumlah maksimum dari ip phone kita
  • max-dn adalah maksimum dial number kita nanti
  • auto assign 1 to 5 itu artinya nanti ip phone kita akan secara otomatis terpasang ke ephones 1 sampai 5 yang nanti akan kita buat
4. Selanjutnya kita akan menambahkan dial number untuk ip phone kita
5. Tambahkan setiap port yang terhubung ke ip phone serta HomeVoip harus ditambahkan
ke switchport voice vlan 1

6. Selanjutnya hubungkan ip phone ke switch dengan menghubungkan adaptor yang ada physical ip phone, yaitu dengan cara
  • Klik icon IP Phone, lalu pilih tab physical
  • Lalu drag and drop adapter yang ada di pojok kanan bawah ke port yang tersedia di ip phone
  • Lakukan pada semua ip phone
7. Agar Analog Phone bisa mendapatkan IP dari Router maka kita harus mensetting Home Voip
  • Klik icon Home Voip lalu pilih tab config 
  • Masukkan IP dari Router ke kolom Server Address
8. Sekarang kita lihat apakah IP Phone dan Analog Phone telah mendapat dial number, caranya yaitu dengan klik icon ip phone atau analog phone lalu pilih tab gui
  • IP Phone
  • Analog Phone
9 Terakhir yaitu tahap pengujian yaitu dengan melakukan dial up atau panggilan ke ip phone lain
Sekian yang dapat saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf. Apabila ada yang masih belum paham dapat bertanya dikolom komentar. Semoga artikel kali ini bermanfaat. Kunjungi terus blog ini untuk update-update terbaru seputar IT dan Jaringan. Terimakasih

Rabu, 21 Januari 2026

Pengukuran dan Analisis Jaringan Fiber Optik FTTH

Pengukuran Daya Optik (OLT & OPM)

  1. Hubungkan kabel ke OLT (1310 nm & 1550 nm)

  2. Hubungkan OPM di sisi ONT

  3. Catat hasil daya terima (dBm)

Data Pengukuran

Panjang GelombangDaya KirimDaya Terima
1310 nm

1550 nm

Pengertian Subnetting

Subnetting adalah proses pembagian jaringan besar menjadi jaringan-jaringan yang lebih kecil yang disebut subnet. Tujuan dari subnetting adalah untuk mengoptimalkan penggunaan alamat IP dan meningkatkan efisiensi jaringan.

Pada dasarnya, setiap perangkat yang terhubung ke jaringan memerlukan alamat IP unik untuk dapat berkomunikasi dengan perangkat lainnya. Sebelum adanya subnetting, seluruh jaringan harus menggunakan satu alamat IP tunggal, yang disebut sebagai “network address.” Namun, dengan semakin berkembangnya jaringan dan peningkatan jumlah perangkat yang terhubung, semakin terbatasnya alamat IP yang tersedia.

Melalui teknik subnetting, administrator jaringan dapat membagi satu jaringan besar menjadi beberapa subnet yang lebih kecil. Setiap subnet memiliki alamat IP unik dan dapat berisi jumlah perangkat yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan cara ini, penggunaan alamat IP dapat dioptimalkan, dan administrator dapat mengatur lalu lintas jaringan dengan lebih efisien.

Subnetting juga membantu meningkatkan keamanan jaringan. Dengan membagi jaringan menjadi beberapa subnet, administrator dapat mengisolasi beberapa perangkat atau bagian jaringan dari yang lain. Hal ini mengurangi risiko terjadinya serangan dari luar atau perambahan data oleh perangkat yang tidak berwenang.

Secara keseluruhan, subnetting merupakan konsep penting dalam pengelolaan jaringan modern. Dengan menggunakan teknik ini, administrator dapat mengoptimalkan penggunaan alamat IP, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat keamanan jaringan secara keseluruhan.

Perbedaan VLAN dan Subnet
VLAN (Virtual Local Area Network) dan Subnet adalah dua konsep yang berbeda namun seringkali berhubungan dalam pengelolaan jaringan. Berikut adalah perbedaan antara VLAN dan Subnet:

Definisi
VLAN: VLAN adalah teknik untuk memisahkan jaringan fisik menjadi beberapa jaringan logis di dalamnya. Dengan VLAN, perangkat-perangkat dalam jaringan dapat berkomunikasi seolah-olah mereka berada dalam satu jaringan fisik, meskipun sebenarnya mereka terpisah secara fisik.
Subnet: Subnetting adalah proses membagi sebuah jaringan IP besar menjadi beberapa jaringan IP yang lebih kecil. Setiap subnet memiliki alamat IP unik dan dikelompokkan berdasarkan alamat IP tertentu, yang memungkinkan perangkat-perangkat dalam subnet untuk berkomunikasi secara langsung dalam satu jaringan lokal.

Fungsi
VLAN: Fungsi utama VLAN adalah untuk mengelompokkan perangkat-perangkat dalam satu jaringan logis, terlepas dari lokasi fisik mereka. Ini membantu dalam mengatur akses dan keamanan jaringan, serta meningkatkan efisiensi lalu lintas.
Subnet: Subnetting digunakan untuk mengatur dan mengelompokkan perangkat berdasarkan alamat IP mereka. Hal ini membantu dalam mengontrol lalu lintas jaringan dan mengoptimalkan penggunaan alamat IP.

Perangkat yang Terhubung
VLAN: VLAN bekerja pada lapisan data link (Layer 2) dalam model OSI, dan mengelompokkan perangkat-perangkat berdasarkan informasi yang terkandung dalam header frame di tingkat data link.
Subnet: Subnet beroperasi pada lapisan jaringan (Layer 3) dalam model OSI, dan mengelompokkan perangkat-perangkat berdasarkan alamat IP.

Isolasi Jaringan
VLAN: VLAN memungkinkan isolasi jaringan dengan membatasi komunikasi antara VLAN yang berbeda, sehingga mengurangi kemungkinan akses tidak sah atau lalu lintas yang tidak diinginkan.
Subnet: Subnet pada dasarnya memungkinkan semua perangkat dalam satu subnet berkomunikasi satu sama lain tanpa pembatasan. Namun, pengaturan firewall dan konfigurasi router dapat digunakan untuk mengatur izin dan pembatasan antara subnet yang berbeda.

Sabtu, 17 Januari 2026

Studi Kasus FTTX

 Perencanaan & Simulasi Jaringan FTTX (Fiber To The Home)

📌 Studi Kasus

Sebuah ISP lokal (D-NET) akan membangun jaringan FTTX untuk melayani 1 kantor ISP dan 3 pelanggan rumah. Jaringan menggunakan fiber optik sebagai backbone dan UTP ke perangkat pelanggan.

🎯 Tujuan Praktik

Peserta mampu:

  • Mendesain topologi FTTX

  • Melakukan pengalamatan IP

  • Mengkonfigurasi router, switch, dan end device

  • Menguji konektivitas jaringan

🧩 Perangkat yang Digunakan

Di Kantor ISP:

  • 1 Router (Cisco 2911 / 1941)

  • 1 Switch (2960)

  • 1 Server (DNS + Web)

  • 1 PC Admin

Jaringan Distribusi:

  • 1 Switch Distribution (sebagai OLT – simulasi)

Di Pelanggan:

  • 3 Switch Access (sebagai ONT – simulasi)

  • 3 PC Pelanggan

🧮 Pengalamatan IP

PerangkatIP Address
Router ISP Gig 0/0
Router ISP Gig 0/1
192.168.1.1/24
192.168.2.1/24
Server192.168.1.2/24
PC Admin192.168.1.10/24
PC Pelanggan 1192.168.2.101/24
PC Pelanggan 2192.168.2.102/24
PC Pelanggan 3192.168.2.103/24
Gateway192.168.1.1

🛠️ Tugas Praktik

  1. Buat topologi jaringan sesuai studi kasus

  2. Hubungkan:

    • Router ↔ Switch Core (fiber)

    • Switch Core ↔ Switch ONT (fiber)

    • Switch ONT ↔ PC (UTP)

  3. Konfigurasikan:

    • IP address pada semua perangkat

    • Default gateway

  4. Aktifkan DNS & HTTP pada server

  5. Uji koneksi:

    • Ping antar pelanggan

    • Ping ke router

    • Akses web server dari PC pelanggan

OPTICAL TRANSPORT NETWORK DAN FTTx

B.1     Optical Transport Network
Optical Transport Network atau OTN adalah suatu sistem transmisi antar node dengan menggunakan jaringan kabel serat optik. OTN ini diaplikasikan pada layer jaringan longhaul/backbone, metro core dan metro access.

Perkembangan teknologi OTN adalah sebagai berikut ;
a. Generasi-1 : TDM-PDH over optic
b. Generasi-2 : TDM-SDH over optic
c. Generasi-3 : SDH over xWDM'
d. Generasi-4 : ATM / IP over xWDM
Pada generasi ke-1 dan generasi ke-2, panjang gelombang yang merambat pada serat optik hanya satu panjang gelombang atau juga disebut dengan single wavelength.
Output dari multiplexer elektrik dihubungkan dengan Transmiter Optik, dan sinyal output dari Multiplexer akan dirubah menjadi sinyal optik, demikian sebaliknya pada ` penerima sinyal optik aakan dirubah menjadi sinyal elektrik yang kemudian diproses oleh demultiplexer.

Saat ini yang generasi teknologi OTN 1 sampai dengan 3, sudah diinggalkan WDM atau Wavelength Divison Multiplexer adalah penggabungan beberapa sinyal optik yang panjang gelombangnya (λ) berbeda beda menjadi satu berkas cahaya atau satu sinyal optik dan penguraian satu berkas sinyal cahaya menjadi beberapa sinyal optik yang penjag gelombangnya berbeda beda.

WDM dibedakan menjadi dua jenis yaitu
  1. CWDM atau Coarse Wavelength Division Multiplexer, teknologi yang diimplementasikan pada Jaringan Metro.menggunakan panjang gelombang S dan C band.
  2. DWDM atau Dense Wavelength Divison Multiplexer, teknologi yang diimplemntasikan pada jaringan Longhaul atau Jaringan Backbone, menggunakan panjang gelombang L-band

Prinsip kerja WDM adalah sebagai berikut
  1. Dalam satu band panjang gelombang dibagi menjadi beberapa panjang gelombang dengan dibatasi (space),pada frekwensi tertentu
  2. Maka akan dalam satu band panjang gelombang terdapat beberapa panjang gelombang yang berbeda beda dengan space yang tetap.
  3. Setiap panjang gelombang tertentu akan dipancarkan oleh setiap transponder,
  4. Berapa panjang gelombang yang dipancarkan oleh transponder, digabung oleh Optical Muliplexer.
  5. Output dari Multiplexer yang berupa satu berkas sinyal optik (λ1 + λ2 + λ3+...λn) dirambatkan pada serat optik.
Pada jaringan WDM, karena jaraknya antar node cukup jauh maka akan dilengkapi dengan;
a. Optical Amplifier (OpAmp) ; untuk menguatkan dan memperbaiki sinyal optik
b. Dispesion Compensation Fiber (DCF) ; untuk meminimalisir dispersion pada serat optik

Keistimewaan teknologi WDM;

  1. Penghematan penggunaan sumber daya core optik, terutama jaringan kabel optik yang hanya memiliki kapasitas core yang kecil.
  2. Kemampuan penyaluran transport network yang sangat tinggi, sehingga mampu menekan biaya investasi dan pemeliharaan perangkat.
  3. Transparansi format dan bit rate (tidak merubah format/bit rate, hanya menyalurkan) sehingga penyaluran data, gambar dan suara tetap menggunakan jaringan transport yang umum.

B.2             Teknologi FTTx pada Jaringan Serat Optik


Seperti kita ketahui bahwa kelemahan kabel tembaga sebagai jaringan akses adalah;
  1. Mempunyai redaman atau loss yang sangat tinggi bila digunakan untuk menyalurkan sinyal informasi dengan kecepatan tinggi atau bandwidth yang besar.
  2. Tidak dapat mentransmisikan sinyal frekwensi tinggi atau sinyal informasi kecepatan tinggi (broadband). Sedangkan saat ini informasi yang ditransmisikan bersifat Multimedia dengan broadband.
  3. Panjang sangat terbatas karena sifat elektrik yang mempengaruhi sinyal informasi, dan gangguan dari lingkungan luar (noise), untuk kabel diameter 0,6 mm panjan maksimum adalah 8-10 km.
  4. Tidak ada fitur layanan. Dari kelemahan diatas maka saat ini dunia telekomunikasi yang mengarah ke layanan multimedia dan berpita lebar (broadband) perlu jaringan akses yang dapat mentransmisikan atau menyalurkan bandwidth atau bitrate yang sangat tinggi sekali.
Alasan digunakan serat optik sebagai jaringan akses, karena ;
  1. Serat Optik dapat membawa sinyal informasi dengan kecepatan yang sangat tinggi ke CPE pelanggan, sehingga sangat cocok untuk layanan multimedia broadband.
  2. Serat optik mempunyai kapasitas saluran pelanggan yang sangat besar, karena satu serat optik bisa untuk beberapa pelanggan dengan dimensi yang relatif kecil sehingga lebih murah dalam instalasi dan operasi
  3. Jangkauan jarak atau panjang serat optik untuk menyalurkan sinyal informasi berpita lebar bukan masalah.
  4. Kualitas sangat tinggi karena tidak ada gangguan berasal dari elektrikal.
  5. Fitur layanan dengan sistem distribusi dan proteksi sehingga kemudahan (flexibility) dan tingkat ketersediaan (availibility) layanan sangat tinggi.
Saat ini teknologi akses dengan serat optik disebut teknologi G-PON yaitu Giga – Pasive Optical Network, dimana informasi dengan kecepatan Giga bit/detik dapat diakses sampai ke pelanggan.

Rabu, 14 Januari 2026

Prinsip Dasar TCP/IP dan Alamat IP

A. Prinsip Dasar TCP/IP 

  1. Transmission Control Protocol (TCP) Dalam jaringan komputer dan telekomunikasi, TCP/IP merupakan protokol utama yang mendukung koneksi antarperangkat akhir pengguna. TCP/IP sendiri terdiri atas dua bagian dengan fungsi yang berbeda. TCP berfungsi untuk mengatur bagaimana paket data dikirim dan diterima. Adapun IP berfungsi untuk mengatur pengalamatan paket data yang akan dikirimkan.
  2. Encapsulation dan Decapsulation Prinsip kerja jaringan komputer dan telekomunikasi sebenarnya mengikuti prinsip-prinsip di dunia nyata. Untuk mempermudah dalam memahami cara kerja TCP.
  3. TCP Sequence Number Pada pengiriman paket dalam jaringan komputer menggunakan protokol TCP/IP, tidak langsung semua dikirim dan diterima, tetapi ada pemecahan paket menjadi bagian-bagian lebih kecil untuk dikirim, kemudian disusun kembali menjadi paket utuh. 
  4. TCP Three Way Handshake Komunikasi antara perangkat komputer sumber dan perangkat komputer tujuan adalah dengan melakukan tiga langkah jabat tangan (three way handshake) sebagai salam perkenalan. 
  5. Model TCP/IP dan Model OSI Implementasi pengiriman paket data dari perangkat/komputer sumber ke perangkat tujuan, berjalan berdasarkan lapisan (layer) dalam protokol TCP/IP. Layer atau lapisan TCP/IP, dapat dibandingkan dengan sebuah model protokol bernama OSI (Open Sistem Interconnection), yang digunakan sebagai sampel model untuk dipelajari.

B. Internet Protocol (IP)
Internet Protocol menempati lapisan model TCP/IP terbaru pada lapisan ketiga, yaitu Network, yang berfungsi menyediakan informasi alamat IP sumber, alamat IP tujuan, dan routing protokol. Setiap perangkat akhir pengguna pasti memiliki alamat yang disebut alamat IP (IP address) dan setiap paket yang dikirim akan diperiksa alamat IP tujuannya. Jika berada di luar jaringan, routing jaringannya akan diperiksa. Dengan demikian, jika seseorang berpikir tentang alamat IP, hal itu adalah bagian dari protokol TCP/IP pada lapisan ketiga. 

Pada materi tentang TCP, terdapat bahasan tentang header, IP pun
memiliki header.
a. IP Header
IP header memiliki ukuran 32 bit atau 4 byte.
Sebuah IP header dapat digambarkan sebagai berikut.

Version : Bagian ini berisi informasi dari IP yang digunakan. Versi ini menggunakan IPv4 atau IPv6 dengan kapasitas sebesar 4 bit. Contoh: 0100
Header Length : Bagian ini berisi informasi panjang header IPv4 dalam 32 bit. Nilai minimum panjang header adalah 5 sampai dengan 20 bit.
Type of Services : Bagian ini adalah layanan yang digunakan untuk Quality of Service (QoS). Terdapat 8 bit yang dapat digunakan untuk menandai paket dalam memberikan paket perlakuan tertentu, contohnya paket prioritas.
Total Length : Bagian ini memiliki panjang 16 bit, menunjukkan seluruh ukuran paket IP (header dan data). Jadi, minimum header dan data adalah 20 bit dan maksimum adalah 65.535 bit, nilai tertinggi yang dapat dibuat oleh header dan data dari 16 bit.
Identification : Identifikasi digunakan untuk memberikan nomor sebesar 16 bit sebagai pengenal paket yang difragmentasi. Fragmentasi adalah pemecahan paket menjadi beberapa bagian.
IP Flag : Berisi 3 bit yang digunakan fragmentasi. Bit pertama selalu diset 0. Bit kedua disebut DF (don’t fragment/jangan difragmentasi). Bit ketiga dinamakan MF (more fragment), diset pada paket yang akan difragmentasi.
Fragmen Offset : Berisi 13 bit yang digunakan untuk menentukan posisi paket yang akan difragmentasi.
Time to Live : Sebuah paket yang hendak melewati router akan selalu dikurangi 1 pada bagian Time to Live (TTL) agar ketika mencapai nilai 0, router akan membuang paket dan mengirimkan pesan ICMP, yaitu waktu pengiriman melebihi Time to Live. Time to Live digunakan untuk membatasi perjalanan paket berdasarkan waktu agar paket tidak berjalan terus-menerus dan akhirnya looping/berputar. Batasan ini disebut TTL.
Protocol : Bagian ini memiliki panjang 8 bit yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang protokol apa yang digunakan TCP dengan nilai 6 atau UDP dengan nilai 17.
Header Checksum : Checksum adalah memeriksa kesalahan data. Header checksum berisi 16 bit, berguna menyimpan data header checksum yang dapat digunakan sebagai pemeriksaan header jika terjadi kesalahan.
Source Address : Bagian ini berisi informasi IP sumber sebesar 32 bit.
Destination Address : Bagian ini berisi informasi IP tujuan sebesar 32 bit.
IP Option : Bagian ini digunakan sebagai pilihan. Jika bagian ini terisi, panjang header akan bertambah. Contoh opsi adalah route source, artinya pengirim meminta jalur route tertentu dari paket data.
Padding: digunakan untuk menambah nol setelah bagian opsi hingga mencapai bilangan bulat 32, sehingga header IP dapat berakhir pada batas 32 bit.
Data : IP Header Data Merupakan data dari yang dienkapsulasi dari lapisan atas dan dikirim ke lapisan bawah.

🏢 Studi Kasus 2

 🎯 Tujuan Praktik

Siswa mampu:

  1. Merencanakan topologi jaringan LAN

  2. Menentukan skema pengalamatan IP

  3. Mengkonfigurasi perangkat jaringan dasar

  4. Menguji konektivitas jaringan

🏢 Studi Kasus

Sebuah kantor kecil D-NET memiliki 3 ruangan:

Ruangan     Jumlah Komputer
Administrasi     4 PC
Keuangan     3 PC
Teknisi     5 PC

Seluruh komputer harus saling terhubung dalam satu jaringan lokal (LAN) dan dapat saling berkomunikasi.

🧩 Perangkat yang Digunakan

  • 1 Router

  • 1 Switch

  • 12 PC

  • Kabel Straight

📌 Ketentuan Jaringan

  • Gunakan IP Network: 192.168.10.0/24

  • Gateway menggunakan 192.168.10.1

  • IP diberikan secara statis

  • Semua PC harus dapat ping ke gateway


✍️ TUGAS PRAKTIK

1️⃣ Perencanaan Jaringan

a. Buatlah topologi jaringan LAN yang sesuai di Cisco Packet Tracer
b. Tentukan jenis topologi yang digunakan
c. Jelaskan alasan pemilihan topologi tersebut


2️⃣ Tabel Pengalamatan IP

Buat tabel pengalamatan IP seperti berikut:

Perangkat

IP Address

Subnet Mask

Gateway

Router

192.168.10.1

255.255.255.0

192.168.10.1

PC-Admin1

 

 

 

PC-Admin2

 

 

 

PC-Admin3

 

 

 

PC-Admin4

 

 

 

PC-Keu1

 

 

 

PC-Keu2

 

 

 

PC-Keu3

 

 

 

PC-Tek1

 

 

 

PC-Tek2

 

 

 

PC-Tek3

 

 

 

PC-Tek4

 

 

 

PC-Tek5

 

 

 


3️⃣ Konfigurasi Router

Konfigurasikan router dengan IP berikut:

  • Interface FastEthernet/GigabitEthernet

  • IP Address: 192.168.10.1

  • Subnet Mask: 255.255.255.0


4️⃣ Konfigurasi PC

  • Atur IP Address secara manual

  • Sesuaikan dengan tabel pengalamatan

  • Gateway mengarah ke router


5️⃣ Pengujian Jaringan

a. Lakukan ping dari setiap PC ke:

  • Gateway

  • PC lain yang berbeda ruangan
    b. Pastikan hasil Reply

Minggu, 11 Januari 2026

Studi Kasus VoIP

Sebuah kantor kecil ingin menerapkan sistem komunikasi VoIP agar pegawai dapat saling menelepon melalui jaringan lokal tanpa menggunakan pulsa. Jaringan terdiri dari 1 router, 1 switch, dan 4 IP Phone.


Tujuan Praktik

Peserta didik mampu:

  1. Mengonfigurasi jaringan VoIP sederhana

  2. Mengatur IP Address dan DHCP

  3. Mengonfigurasi layanan VoIP (Call Manager Express)

  4. Melakukan uji panggilan antar IP Phone


Topologi Jaringan

  • 1 Router (Cisco 2811/1941)

  • 1 Switch (2960)

  • 4 IP Phone

  • Kabel straight


Ketentuan IP Address

PerangkatIP Address
Router (Fa0/0)       192.168.50.1 /24
IP Phone       DHCP
Network       192.168.50.0 /24

Tugas Praktik

A. Pembuatan Topologi (20 Poin)

  1. Buat topologi sesuai studi kasus

  2. Hubungkan semua IP Phone ke switch

  3. Hubungkan switch ke router


B. Konfigurasi Router (30 Poin)

  1. Konfigurasi IP Address pada interface router

  2. Aktifkan DHCP Server pada router

  3. Tentukan pool DHCP untuk IP Phone

  4. Konfigurasikan telephony-service dengan:

    • Max phones: 4

    • Max DN: 4


C. Konfigurasi VoIP (30 Poin)

  1. Buat extension number:

    • Phone 1 → 1101

    • Phone 2 → 1102

    • Phone 3 → 1103

    • Phone 4 → 1104

  2. Hubungkan masing-masing IP Phone ke extension

  3. Pastikan IP Phone mendapatkan IP secara otomatis


D. Pengujian (20 Poin)

  1. Lakukan panggilan dari Phone 1 ke Phone 4

  2. Lakukan panggilan dari Phone 2 ke Phone 3