1. Deskripsi Karier
Technopreneur merupakan sebutan untuk seseorang yang memanfaatkan perkembangan teknologi mutakhir untuk dioptimalkan sebagai basis dalam mengembangkan pengembangan usaha. Sederhananya, technopreneur adalah seseorang yang mengelola usaha menggunakan basis teknologi. Kemunculan technopreneur tak lepas dari pergeseran lanskap perekonomian dari resource based menjadi knowledge based. Agar entrepreneur tetap bisa bersaing di dunia usaha maka harus meng-upgrade usahanya. Tak heran inovasi menjadi hal penting yang harus selalu diperhatikan. Salah satu jenis technopreneur adalah high-tech business, yaitu usaha-usaha yang menggunakan inovasi teknologi. Inovasi yang berbasis teknologi ini diharapkan dapat memberi nilai tambah pada keseluruhan proses produksi. Dengan demikian kenyamanan, kemudahan, efisiensi, produktivitas, juga kecepatan bisa diwujudkan.
Untuk menjadi seorang Technopreneur dibutuhkan Competence yang terdiri dari knowledge, skill, dan attitude. Seorang Technopreneur harus punya sikap pantang menyerah, optimis, tekun, dan disiplin yang tinggi. Kemampuan dibidang teknologi dan bisnis bisa membuat inovasi yang diciptakan berkembang luas dan bermanfaat untuk banyak orang. Pada era revolusi industry seperti sekarang, diharapkan keberadaan technopreneur akan berkontribusi dalam membuka lapangan pekerjaan baru. Selain itu, technopreneur ship juga bisa jadi strategi untuk mengelola bonus demografi Indonesia yang sangat tinggi.
Peran dan tanggung jawab technopreneur yaitu, melaksanakan riset dan pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi, mengutamakan kemudahan dalam penggunaan teknologi, mengolah teknologi dengan mengedepankan efisiensi dan efektivitas sehingga dapat menghasilkan produk yang berkualitas, melakukan inovasi teknologi untuk mengubahnya menjadi lebih canggih, modern dan sesuai dengan tuntutan pasar.
Kewirausahaan Menurut Para Ahli
1. Menurut Richard Cantillon (1775)
Kewirausahaan sebagai pekerjaan itu sendiri (wirausaha). Seorang pengusaha membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang beresiko atau ketidakpastian.
2. Menurut Thomas W.Zimmerer
Kewirausahaan adalah merupakan proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung resiko keuangan, kejiwaan, sosial, dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadinya
Kewirausahaan Menurut Para Wirausahaan
1. Altimese Nichole, pendiri nicholenicole berbagi:
“banyak yang bersemangat untuk menjadi wirausaha tetapi berkecil hati ketika kenyataan menghantam. kewirausahaan berarti tetap berkomitmen untuk tujuan Anda di luar perasaan kegembiraan Anda. tetap di jalur dan ingat 'mengapa' Anda.
2. Pendiri dan CEO Neuroflow Christopher Molaro mengatakan,
“kewirausahaan berarti menjadi orang yang mau mengambil lompatan, bekerja cukup keras untuk mengorbankan segala sesuatu di sekitar Anda, semua atas nama pemecahan masalah karena tidak ada orang lain yang mampu atau memiliki keinginan .”
2. Ciri-ciri Kewirausahaan
Dalam melakukan kegiatan berwirausaha pasti memiliki ciri-ciri dan karakteristik mengenai Wirausaha itu sendiri, berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dan karakteristik dari Wirausaha. Wirausaha harus memiliki keberanian, yaitu keberanian dalam mengambil keputusan dan risiko.
Wirausaha harus memiliki daya kreasi dan inovasi yang baik.
Wirausaha harus dapat berfikir panjang untuk masa depan dalam melakukan kegiatan wirausaha nya.
Wirausaha harus memiliki jiwa Kepemimpinan
Wirausaha harus memiliki Semangat dan Kemauan yang Keras dalam Usahanya.
Wirausaha harus dapat menganalisa dengan tepat.
Memiliki Sifat hemat dan tidak boros.
Menjadi pemimpin yang baik
Menjadi optimis
Menjadi percaya diri
Menjadi bergairah
Disiplin
Menjadi proaktif
Tetap berpikiran terbuka
Menjadi kompetitif
Menjadi baik
Beberapa hal diatas adalah proses yang harus kita jalani dalam berwirausaha, khususnya untuk para pelajar pada Jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi :).
3. Konsep Kewirausahaan
Dalam berwirausaha pasti memiliki konsep yang berguna supaya dalam berwirausaha dapat memberikan arahan, serta memberikan persiapan yang baik. Berikut ini merupakan konsep dari kewirausahaan.
1. Kelincahan (Agility)
Kelincahan atau Agility di dalam kewirausahaan ini adalah ketika terjadi perubahan pasar atau seperti pada masa ini, ketika terjadi pandemi covid 19, maka wirausaha harus bisa mengambil keputusan dalam berwirausaha yang dilakukan, supaya wirausaha yang dilakukan dapat berjalan baik, maupun secara startegi, hasil dan marketplace.
2. Daya Tahan (Eundurance)
Dalam berwirausaha, pasti banyak tantangan yang datang kepada kita, oleh karena itu Daya Tahan di dalam melakukan wirausaha harus mantap. Beberapa hal yang harus dihadapi yaitu mulai dari gulung tikar pada saat pandemi, imunitas diri maupun perusahaan dan dampak dari pandemi ini.
3. Kecepatan
Kecepatan di dalam berwirausaha yaitu bagaimana kita seorang wirausaha melakukan hal-hal yang berkaitan dengan wirausaha dengan berkesinambungan dalam waktu yang singkat. Selain itu wirausaha harus memiliki kecepatan dalam berinovasi untuk menghadapi masa depan yang akan datang dan mampu menjawab permintaan dari pasar.
4. Kelenturan
Kelenturan dalam berwirausaha yaitu bagaimana seorang wirausaha dapat menyesuaikan bagaimanapun keadaan maupun tempat nya. o Seorang wirausahawan harus berusaha untuk bisa memiliki kemampuan adaptasi yang baik, sehingga dapat memaksimalkan dalam berwirausaha dimanapun.
5. Kekuatan (Strength)
Kekuatan atau Strength dalam berwirausaha yaitu kemampuan kondisi seorang wirausahawan dalam melakukan wirausaha nya. Harus dapat merespon kewirausahaan dan dapat meningkatkan fungsi komponen seperti kecepatan, kelincahan dan ketepatan dalam berwirausaha. Dan harus bergerak maju :).
4. Tujuan Kewirausahaan
Berikut ini merupakan beberapa tujuan dalam kewirausahaan, diantaranya yaitu :
1. Mendukung Munculnya Usaha-usaha Kecil
2. Mendukung Kesejahteraan Masyarakat
3. Menumbuhkan Semangat Inovasi
Tujuan Kewirausahaan Menurut Para Ahli
Tujuan wirausaha adalah mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. (Josep Schumpeter)
Tujuan wirausaha adalah menjalankan, mengatur, dan berani mengambil resiko bagi pekerjaan yang dijalankannya dalam dunia usaha. (Kathleen)
Tujuan wirausaha adalah mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala risiko untuk menciptakan peluang usaha dan usaha baru. (Stein dan John F. Burgess)
Tujuan wirausaha adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis. (Ahmad Sanusi)
5. Jenis Wirausaha
Berikut ini merupakan jenis dari Wirausaha yang populer di Indonesia dan beberapa contoh yang tersedia.
1. Usaha Ritel
Bisnis Ritel atau Usaha Ritel merupakan bisnis atau usaha yang melibatkan penjualan barang atau jasa pada konsumen, dalam jumlah satuan atau eceran.
Usaha ritel yang populer saat ini adalah jaringan minimarket yang berjumlah ribuan, dan tersebar di seluruh Indonesia.
2. Startup Bisnis
Startup adalah perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi. Dengan kata lain, startup artinya perusahaan yang baru masuk atau masih berada pada fase pengembangan atau penelitian untuk terus menemukan pasar meupun mengembangkan produknya. Startup biasanya mengacu pada perusahaan-perusahaan yang layanan atau produknya berbasis teknologi.
Salah satu pelaku model usaha ini yang telah mendulang kesuksesan di Indonesia adalah usaha yang dirintis oleh menteri pendidikan kita saat ini. Berawal dari sebuah usaha transportasi online, kini usaha tersebut menjelma menjadi platform yang menyediakan banyak layanan bagi masyarakat.
Sebagai contohnya, platform GO-JEK yang didirikan pada tahun 2011 oleh Nadiem Makarim memulai usahanya dari pebisnis Start-up hingga saat ini, GO-JEK mampu mencapai level unicorn, serta Nadiem Makarim sendiri yang mampu berkembang dari pemilik bisnis dan sekarang menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
3. Industri Kreatif
Industri Kreatif merupakan kumpulan aktivitas yang terkait dengan penciptaan, kreativitas dan ide dari seseorang atau kelompok yang dapat menghasilkan sebuah karya dari individu maupun kelompok.
Beberapa contoh dari industri kreatif yaitu seperti fashion designer, penulis, copywriter, pelukis, desainer, ghostwriter, penulis artikel, dan masih banyak lagi
B. Job-profile
1. Database Administrator
2. Game Developer
3. Programmer
4. Computer Network
5. Developer Software
6. Analisis Sistem Komputer
7. Data cientist
8. Analis Keamanan Informasi
9. Web Developer
10. Arsitek Jaringan Komputer
11. Intelligence System Developer
12. Network Administrator
Ada beberapa soft skill yang perlu dikuasai dan tak kalah pentingnya untuk menunjang karier, antara lain:
1. Problem solving
Soft skill pertama yang harus dikuasai oleh seorang network administrator adalah problem solving. Memiliki kemampuan problem solving yang kuat tentu akan memudahkan kamu untuk mengidentifikasi masalah dalam jaringan komputer perusahaan. Saat masalah sudah diidentifikasi, tentunya akan dimudahkan untuk mencari solusi yang paling tepat.
2. Berpikir kritis
Dalam mencari solusi dari suatu permasalahan, tentunya dibutuhkan kemampuan berpikir yang kritis. Tanpa kemampuan ini, pastinya kamu akan kesulitan untuk mempertimbangkan semua kemungkinan saat sedang mengidentifikasi suatu masalah. Kemampuan berpikir kritis juga akan mempermudah untuk mencari solusi yang paling efektif dalam menghadapi suatu masalah di pekerjaan.
3. Komunikasi
Kemampuan komunikasi merupakan salah satu skill yang dibutuhkan oleh setiap jenis pekerjaan, begitu juga dengan network administrator. Saat memiliki kemampuan komunikasi yang mumpuni pastinya akan dimudahkan untuk berdiskusi dengan kolega saat harus memecahkan suatu masalah. Selain itu, diperlukan juga kemampuan active listening yang mumpuni agar lebih mudah mengerti permasalahan dari pengguna.
4. Reading comprehension Reading comprehension atau memahami bacaan rupanya juga harus dikuasai dengan baik oleh setiap network administrator. Dalam menjalankan pekerjaannya, mereka harus selalu siap untuk membantu memecahkan masalah jaringan yang terjadi di perusahaan. Dalam mencari solusi yang paling efektif, tentu saja bisa dilakukan dengan membaca instruksi dari dokumen yang relevan dengan masalah yang dihadapi.







