IKLAN

Online Based Media Learning SMK Darul Ma'wa Plumpang

Konfigurasi Mikrotik Menggunakan Virtual Box

Langkah-Langkah konfigurasi Mikrotik :

Sistem Keamanan Jaringan Komputer

Keamanan jaringan adalah suatu cara atau suatu system yang digunakan untuk memberikan proteksi atau perlindungan pada suatu jaringan agar terhindar dari berbagai ancaman luar yang mampu merusak jaringan.

Setting VPN Menggunakan Paket Tracer

VPN adalah singkatan dari “Virtual Private Network”, merupakan suatu koneksi antara satu jaringan dengan jaringan lain secara pribadi melalui jaringan Internet (publik).

Softswitch

Softswitch adalah suatu alat yang mampu menghubungkan antara jaringan sirkuit dengan jaringan paket, termasuk di dalamnya adalah jaringan telpon tetap;(PSTN), internet yang berbasis IP, kabel TV dan juga jaringan seluler yang telah ada selama ini..

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone

Konfigurasi VoIP dan Analog Phone Menggunakan 2 Router..

Rabu, 04 Februari 2026

Prinsip Dasar TCP/IP dan Alamat IP

A. Prinsip Dasar TCP/IP 

  1. Transmission Control Protocol (TCP) Dalam jaringan komputer dan telekomunikasi, TCP/IP merupakan protokol utama yang mendukung koneksi antarperangkat akhir pengguna. TCP/IP sendiri terdiri atas dua bagian dengan fungsi yang berbeda. TCP berfungsi untuk mengatur bagaimana paket data dikirim dan diterima. Adapun IP berfungsi untuk mengatur pengalamatan paket data yang akan dikirimkan.
  2. Encapsulation dan Decapsulation Prinsip kerja jaringan komputer dan telekomunikasi sebenarnya mengikuti prinsip-prinsip di dunia nyata. Untuk mempermudah dalam memahami cara kerja TCP.
  3. TCP Sequence Number Pada pengiriman paket dalam jaringan komputer menggunakan protokol TCP/IP, tidak langsung semua dikirim dan diterima, tetapi ada pemecahan paket menjadi bagian-bagian lebih kecil untuk dikirim, kemudian disusun kembali menjadi paket utuh. 
  4. TCP Three Way Handshake Komunikasi antara perangkat komputer sumber dan perangkat komputer tujuan adalah dengan melakukan tiga langkah jabat tangan (three way handshake) sebagai salam perkenalan. 
  5. Model TCP/IP dan Model OSI Implementasi pengiriman paket data dari perangkat/komputer sumber ke perangkat tujuan, berjalan berdasarkan lapisan (layer) dalam protokol TCP/IP. Layer atau lapisan TCP/IP, dapat dibandingkan dengan sebuah model protokol bernama OSI (Open Sistem Interconnection), yang digunakan sebagai sampel model untuk dipelajari.

B. Internet Protocol (IP)
Internet Protocol menempati lapisan model TCP/IP terbaru pada lapisan ketiga, yaitu Network, yang berfungsi menyediakan informasi alamat IP sumber, alamat IP tujuan, dan routing protokol. Setiap perangkat akhir pengguna pasti memiliki alamat yang disebut alamat IP (IP address) dan setiap paket yang dikirim akan diperiksa alamat IP tujuannya. Jika berada di luar jaringan, routing jaringannya akan diperiksa. Dengan demikian, jika seseorang berpikir tentang alamat IP, hal itu adalah bagian dari protokol TCP/IP pada lapisan ketiga. 

Pada materi tentang TCP, terdapat bahasan tentang header, IP pun
memiliki header.
a. IP Header
IP header memiliki ukuran 32 bit atau 4 byte.
Sebuah IP header dapat digambarkan sebagai berikut.

Version : Bagian ini berisi informasi dari IP yang digunakan. Versi ini menggunakan IPv4 atau IPv6 dengan kapasitas sebesar 4 bit. Contoh: 0100
Header Length : Bagian ini berisi informasi panjang header IPv4 dalam 32 bit. Nilai minimum panjang header adalah 5 sampai dengan 20 bit.
Type of Services : Bagian ini adalah layanan yang digunakan untuk Quality of Service (QoS). Terdapat 8 bit yang dapat digunakan untuk menandai paket dalam memberikan paket perlakuan tertentu, contohnya paket prioritas.
Total Length : Bagian ini memiliki panjang 16 bit, menunjukkan seluruh ukuran paket IP (header dan data). Jadi, minimum header dan data adalah 20 bit dan maksimum adalah 65.535 bit, nilai tertinggi yang dapat dibuat oleh header dan data dari 16 bit.
Identification : Identifikasi digunakan untuk memberikan nomor sebesar 16 bit sebagai pengenal paket yang difragmentasi. Fragmentasi adalah pemecahan paket menjadi beberapa bagian.
IP Flag : Berisi 3 bit yang digunakan fragmentasi. Bit pertama selalu diset 0. Bit kedua disebut DF (don’t fragment/jangan difragmentasi). Bit ketiga dinamakan MF (more fragment), diset pada paket yang akan difragmentasi.
Fragmen Offset : Berisi 13 bit yang digunakan untuk menentukan posisi paket yang akan difragmentasi.
Time to Live : Sebuah paket yang hendak melewati router akan selalu dikurangi 1 pada bagian Time to Live (TTL) agar ketika mencapai nilai 0, router akan membuang paket dan mengirimkan pesan ICMP, yaitu waktu pengiriman melebihi Time to Live. Time to Live digunakan untuk membatasi perjalanan paket berdasarkan waktu agar paket tidak berjalan terus-menerus dan akhirnya looping/berputar. Batasan ini disebut TTL.
Protocol : Bagian ini memiliki panjang 8 bit yang berfungsi untuk memberikan informasi tentang protokol apa yang digunakan TCP dengan nilai 6 atau UDP dengan nilai 17.
Header Checksum : Checksum adalah memeriksa kesalahan data. Header checksum berisi 16 bit, berguna menyimpan data header checksum yang dapat digunakan sebagai pemeriksaan header jika terjadi kesalahan.
Source Address : Bagian ini berisi informasi IP sumber sebesar 32 bit.
Destination Address : Bagian ini berisi informasi IP tujuan sebesar 32 bit.
IP Option : Bagian ini digunakan sebagai pilihan. Jika bagian ini terisi, panjang header akan bertambah. Contoh opsi adalah route source, artinya pengirim meminta jalur route tertentu dari paket data.
Padding: digunakan untuk menambah nol setelah bagian opsi hingga mencapai bilangan bulat 32, sehingga header IP dapat berakhir pada batas 32 bit.
Data : IP Header Data Merupakan data dari yang dienkapsulasi dari lapisan atas dan dikirim ke lapisan bawah.

C. Pengalamatan IP V4

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk membahas mengenai IP Address. Dimana IP ini merupakan alamat Spesifik yang digunakan untuk menentukan alamat spesifik suatu host pada suatu jaringan. Untuk diketahui bahwa IP Address ini merupakan alamat software, bukan alamat hardware.

Ada beberapa pembagian Class alamat IP pada jaringan. Yaitu Class A, B,C,D,dan E. tapi pada pembahasan kali ini, saya tidak akan membahas tentang alamat IP Class D dan E, karena biasa digunakan untuk penelitian dan multicast. Saya hanya akan membahas mengenai alamat IP Class A,B dan C yang biasa digunakan dalam mengelola suatu jaringan. seblum kita membahas lebih jauh tentang pembagian Class, ada beberapa hal yang harus kita pahami dulu dalam pemahaman masalah IP, Karena kita tidak akan lepas dari ini semua, yaitu antara lain :
  • bit, merupakan angka yang hanya terdiri dari 2 digit, yaitu 1 dan 0
  • byte, merupakan pernyataan yang mewakili 8 bit, yaitu 1 byte = 8 bit
  • octet, terdiri dari 8 bit, sama seperti byte, dapat juga ditukar antara penggunaan katanya antara byte dan octet
  • Network Address, merupakan alamat yang menunjukan Network tersebut
  • Host Address, merupakan alamat yang menunjukan Host Tersebut dalam sebuah Network
Beberapa istilah di atas, nantinya akan kita jumpai dalam pembahasan yang akan saya bahas pada pembahasan kali ini.

Dalam IPv4, jumlah alamat IP adalah sebanyak 32 bit atau 4 byte, yang masing-masing byte terdiri dari 8 bit, sehingga dapat dituliskan seperti contoh berikut :
  • dalam binner : 01000000.00001010.00000110.00000110
  • dalam decimal : 64.10.6.6
  • dalam hexa : 40.0A.06.06
Jika kita lihat dari contoh di atas, maka penulisannya adalah memiliki pola :

x.x.x.x

Jadi skali lagi bahwa IP Address terdiri dari 4 byte yang masing-masing byte terdiri dari 8 bit. Sekarang kita akan membahas mengenai pembagian class pada IP Address